review1st.com — Duolingo, aplikasi belajar bahasa populer di dunia, menggandeng penyanyi pop global asal Indonesia, NIKI, dalam kampanye kreatif berbasis musik untuk menginspirasi anak muda Indonesia belajar bahasa Inggris.
Kampanye ini berlangsung pada 26–31 Maret 2026 dan menghadirkan metode belajar interaktif melalui lirik lagu.
Belajar Bahasa Inggris Jadi Lebih Menyenangkan dengan Musik
Kolaborasi Duolingo dan NIKI mengusung pendekatan unik: mengubah lirik lagu menjadi media pembelajaran bahasa yang interaktif.
Strategi ini sejalan dengan tren Gen Z Indonesia yang semakin tertarik belajar bahasa melalui musik, media sosial, dan budaya pop global.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus membosankan, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan keseharian.
Tren Belajar Bahasa di Indonesia Terus Meningkat
Minat masyarakat Indonesia terhadap pembelajaran bahasa terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Sepanjang 2025, Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi Duolingo secara global, dengan kontribusi terhadap lebih dari 133 juta pengguna aktif bulanan dan 52 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi global semakin penting di era digital, terutama bagi generasi muda.
Gen Z Jadi Target Utama Kampanye
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Gen Z mencakup hampir 28% dari total populasi Indonesia, menjadikannya segmen demografis terbesar.
Generasi ini dikenal dekat dengan teknologi dan sering terpapar bahasa Inggris melalui lagu, konten digital, dan hiburan sebelum mempelajarinya secara formal.
Melihat kebiasaan ini, Duolingo menghadirkan kampanye yang menggabungkan pembelajaran bahasa dengan musik sebagai media utama.
Kolaborasi Duolingo dan NIKI: Bahasa dan Musik Saling Terhubung
Irene Tong, Regional Marketing Manager Southeast Asia Duolingo, menyampaikan bahwa kampanye ini menunjukkan hubungan alami antara bahasa dan budaya.
“Musik memiliki pola yang mirip dengan pembelajaran bahasa. Lirik yang terus terngiang membantu memperkaya kosakata, memahami ritme, dan menyerap ekspresi secara alami,” ujarnya.
Sementara itu, NIKI menambahkan bahwa lirik lagu memiliki kekuatan emosional yang dapat membantu seseorang memahami bahasa lebih dalam.
Parodi Lagu “Backburner” Jadi Sorotan Kampanye
Salah satu highlight kampanye ini adalah parodi jenaka dari lagu populer NIKI, “Backburner,” yang dibawakan oleh maskot Duolingo.
Video ini menggambarkan rasa “diabaikan” saat pengguna melewatkan pelajaran harian, dengan pendekatan humor yang relatable bagi pengguna.
Selain itu, NIKI juga akan hadir dalam konten media sosial yang membahas makna lirik, bahasa gaul, serta ekspresi dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Aktivasi Offline di Jakarta
Kampanye ini juga hadir secara offline melalui instalasi luar ruang di kawasan Thamrin, Jakarta, tepatnya di Mandarin Oriental.
Instalasi ini menampilkan interpretasi lirik lagu “Backburner” dengan gaya khas Duolingo yang kreatif dan jenaka.
Instalasi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendorong pengunjung untuk kembali konsisten belajar bahasa melalui konsep “learning streak”.
Misi Duolingo: Belajar Bahasa Lebih Aksesibel dan Relevan
Kolaborasi ini menjadi bagian dari misi Duolingo untuk membuat pendidikan lebih mudah diakses, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan menggabungkan musik, humor, dan budaya pop, Duolingo membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dilakukan di mana saja—bahkan dari sebuah lagu.
Bagi Gen Z Indonesia, belajar bahasa kini tidak harus dimulai dari ruang kelas, tetapi bisa dimulai dari playlist favorit mereka.






