Plost Twist: Samsung Tetap “Cuan” Saat Tren iPhone Lipat Meledak

review1st.com – Pernahkah kamu berpikir, siapa pemenang sejati jika tren smartphone lipat benar-benar menjadi standar baru di seluruh dunia? Banyak yang bertaruh pada Apple ketika raksasa Cupertino tersebut akhirnya merilis “iPhone Fold”.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan narasi yang jauh lebih menarik: mau siapa pun yang merajai penjualan HP lipat, Samsung-lah yang akan memanen keuntungan paling besar.

Sejarah industri teknologi seringkali bukan tentang siapa yang menjual gadget paling banyak, melainkan siapa yang memasok “jantung” dari gadget tersebut.

Berikut adalah kisah di balik layar tentang bagaimana Samsung telah menyusun strategi win-win yang brilian di era layar fleksibel.

Penguasa Garis Depan (Pasar Smartphone)

Di etalase toko dan persepsi konsumen, Samsung memang masih bertarung keras secara langsung melawan gempuran kompetitor.

Upaya mereka tidak sia-sia. Pada kuartal ketiga tahun 2025, Samsung berhasil memimpin pengiriman ponsel lipat global dengan pangsa pasar dominan mencapai 64%.

Mereka juga terus menancapkan taji inovasinya agar tidak tersusul. Bukti nyatanya, Samsung telah meluncurkan smartphone layar lipat tiga (TriFold) pertama mereka pada bulan Desember 2025 lalu.

Namun, status sebagai “Raja Ponsel Lipat” di mata konsumen ini barulah puncak dari gunung es keuntungan mereka.

Kartu As Bernama “Samsung Display”

Medan pertempuran sesungguhnya ada di belakang pabrik perakitan, tepatnya pada rantai pasokan komponen inti (supply chain).

BACA JUGA
Telkomsel dan INA AI Luncurkan Paket Bundling Sacred Octagon

Pertanyaan terbesarnya: ketika Apple akhirnya siap merilis HP lipat, layar fleksibel canggih milik siapa yang akan mereka gunakan?

Jawabannya adalah divisi layar pesaing terberat mereka sendiri, yakni Samsung Display.

    Apple dilaporkan telah menunjuk Samsung Display sebagai pemasok tunggal (sole provider) panel OLED untuk seri iPhone lipat perdana yang diperkirakan meluncur di akhir 2026.

    Skala pesanannya pun tidak main-main; Samsung diproyeksikan akan menyuplai lebih dari 15 juta unit layar OLED lipat setiap tahunnya khusus untuk Apple.

    Langkah ini membuktikan bahwa teknologi layar lipat Samsung masih memegang kepemimpinan tak tertandingi yang membuat kompetitor sebesar Apple pun terpaksa harus bergantung pada mereka.

    Efek Domino: Makin Laris iPhone, Makin Kaya Samsung

    Kedatangan Apple di sebuah kategori produk selalu membawa efek hype yang masif. Firma riset Counterpoint memprediksi bahwa pengiriman panel smartphone lipat secara global akan meroket hingga 46% pada tahun 2026.

    Lonjakan tajam ini secara spesifik didorong oleh langkah Apple yang akhirnya memasuki arena foldable.

    Lalu, siapa yang menangguk untung terbesar dari efek Apple ini? Laporan Counterpoint menyebutkan bahwa Samsung Display akan menjadi pemenang utamanya (big winner), dengan proyeksi lonjakan pangsa pasar komponen layar lipat melewati angka 50%.

    Bahkan, analis dari sumber lain memprediksi pangsa pasar Samsung Display bisa memantul kembali ke atas 70% di tahun 2026 seiring meroketnya permintaan.

    BACA JUGA
    Pemahaman Menyeluruh tentang Samsung Bespoke AI 2026

    Strategi Win-Win yang Tak Terkalahkan

    Inilah mengapa Samsung bisa duduk dengan sangat tenang menghadapi persaingan industri. Strategi mereka sangat sederhana namun mematikan:

      Jika konsumen setia Android memilih seri Galaxy Z Fold, divisi smartphone Samsung mencetak rekor penjualan.

      Jika miliaran orang “tersihir” oleh ekosistem iOS dan berbondong-bondong membeli iPhone Fold, divisi Samsung Display-lah yang akan menerima transferan miliaran dolar dari kas Apple.

      Dalam permainan catur bisnis teknologi ini, para pesaing sedang sibuk meracik cara untuk menjual perangkat keras. Sementara itu, Samsung sudah menguasai seluruh papan caturnya.