Tips Mudah agar Remaja Tetap Aman Saat Akses Internet

review1st.com – Momentum Safer Internet Day (Hari Internet Aman Sedunia) menjadi pengingat penting bagi orang tua tentang cara menjaga keamanan remaja saat mengakses internet.

Di tengah derasnya arus media sosial, tren digital, dan aplikasi baru yang terus bermunculan, orang tua tetap bisa melindungi anak tanpa harus memeriksa seluruh isi chat atau terjebak debat panjang soal screen time.

Berikut panduan lengkap dan mudah dipraktikkan agar remaja tetap aman di dunia maya.

1. Pahami Dunia Digital Remaja

Media sosial bukan sekadar hiburan bagi remaja. Platform seperti Instagram, Facebook, dan Messenger menjadi tempat mereka:

  • Mengeksplorasi hobi
  • Belajar hal baru
  • Bergabung dengan komunitas
  • Mengekspresikan diri

Orang tua tidak harus memahami semua tren atau kreator favorit mereka. Cukup mulai dengan bertanya:

  • Apa yang paling mereka suka saat online?
  • Siapa kreator favorit mereka?
  • Komunitas apa yang mereka ikuti?

Dengan menunjukkan ketertarikan, remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi aktivitas digital mereka.

2. Bangun Komunikasi Dua Arah yang Hangat

Keamanan internet untuk remaja tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kepercayaan. Diskusi terbuka membantu orang tua dan anak memiliki ekspektasi yang sama.

Beberapa topik penting yang bisa dibahas:

  • Apa yang harus dilakukan jika menerima pesan dari orang asing?
  • Kapan waktu yang tepat untuk berhenti bermain gadget?
  • Konten seperti apa yang tidak boleh dibagikan secara online?
BACA JUGA
REIWA Resmikan Flagship Store Perdana di Semarang

Komunikasi yang santai dan jujur membuat remaja lebih percaya diri untuk berbicara jika menghadapi masalah di internet, seperti cyberbullying atau konten tidak pantas.

3. Manfaatkan Fitur Keamanan Akun Remaja

Saat remaja menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau Messenger, mereka otomatis masuk ke pengaturan Akun Remaja dengan perlindungan bawaan, seperti:

  • Orang asing tidak bisa mengirim pesan langsung
  • Hanya teman yang dapat memberikan tag
  • Konten tidak sesuai usia difilter otomatis
  • Gambar mencurigakan di DM diburamkan (blur)

Fitur ini berlaku untuk remaja di bawah 18 tahun. Untuk remaja di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan memerlukan izin orang tua.

Langkah ini membantu mengurangi risiko paparan konten berbahaya tanpa harus melakukan pengawasan berlebihan.

4. Atur Screen Time yang Sehat dan Seimbang

Mengatur waktu penggunaan gadget sering menjadi tantangan bagi orang tua. Namun, kini tersedia fitur bawaan yang membantu mengelola screen time remaja, seperti:

  • Pengingat istirahat setelah 60 menit penggunaan
  • Mode Tidur otomatis pukul 22.00–07.00
  • Notifikasi dimatikan saat waktu istirahat
  • Balasan otomatis saat akun sedang tidak aktif

Jika ingin kontrol lebih lanjut, orang tua dapat mengaktifkan fitur pengawasan untuk:

  • Membatasi waktu harian
  • Memblokir akses pada jam belajar
  • Menonaktifkan media sosial saat waktu makan atau tidur

Pengaturan ini membantu membangun kebiasaan digital yang sehat tanpa konflik berkepanjangan.

BACA JUGA
IndiHome Gamer Full 1:1 Speed, Internet Gaming Stabil Mulai Rp290 Ribu

5. Update Pengetahuan soal Keamanan Digital

Dunia digital terus berkembang. Tantangan yang dihadapi remaja usia 13 tahun berbeda dengan saat mereka berusia 16 tahun. Oleh karena itu, orang tua perlu terus memperbarui wawasan tentang:

  • Tren media sosial terbaru
  • Risiko keamanan digital
  • Cara kerja fitur perlindungan akun

Orang tua dapat mencari referensi dari sumber edukatif terpercaya, termasuk pusat edukasi keluarga yang menyediakan panduan keamanan internet untuk remaja.

Peran Terpenting Tetap pada Orang Tua

Teknologi memang membantu, tetapi pengaruh terbesar tetap berasal dari orang tua. Jadilah:

  • Tempat pertama remaja bercerita
  • Sosok yang suportif dan tidak menghakimi
  • Pendengar yang aktif saat mereka menghadapi masalah online

Keamanan internet untuk remaja bukan soal membatasi sepenuhnya, tetapi mendampingi dengan bijak.

Dengan komunikasi terbuka, pemanfaatan fitur keamanan, dan pengaturan screen time yang sehat, orang tua bisa memastikan anak tetap aman sekaligus bertumbuh positif di dunia digital.

Ingat: Remaja yang merasa didengar akan lebih berani berbicara ketika menghadapi masalah di internet.