Berita  

SMBC Indonesia Catat Peningkatan Aset dan Laba 2024

review1st.com – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) melaporkan kinerja keuangan yang positif untuk tahun 2024, dengan pencapaian signifikan pada peningkatan laba bersih, penyaluran kredit, dana pihak ketiga, dan total aset.

Capaian ini mencerminkan kekuatan dasar bisnis SMBC Indonesia untuk terus mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan nasabah di Indonesia.

Kinerja Positif SMBC Indonesia pada 2024

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa pada tahun 2024 akan menjadi landasan untuk terus memberikan solusi keuangan yang relevan.

Transformasi merek SMBC Indonesia yang dimulai pada akhir tahun 2024 juga akan terus berlanjut dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ekspansi Cabang di Enam Kota Besar

Sebagai bagian dari transformasi, SMBC Indonesia meresmikan beberapa cabang di enam kota besar Indonesia pada awal Februari 2024: Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Pembukaan cabang ini bertujuan untuk menyediakan pelayanan yang lebih terintegrasi dan mendekatkan diri dengan beragam segmen nasabah.

Akuisisi Grup OTO dan Peningkatan Aset

Pada bulan Maret 2024, SMBC Indonesia berhasil menyelesaikan akuisisi PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) sebagai bagian dari strategi ekspansi usaha.

Sebagai hasilnya, total aset konsolidasi SMBC Indonesia meningkat 20% menjadi Rp241,1 triliun pada akhir 2024, sementara laba bersih setelah pajak naik 19% menjadi Rp2,8 triliun.

BACA JUGA
Live Smart 2026: Awali Tahun Baru dengan Ekosistem Xiaomi

Penyaluran Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Penyaluran kredit secara konsolidasi tercatat naik 15% menjadi Rp179,4 triliun. Peningkatan terbesar berasal dari kredit retail, yang tumbuh 31%, didorong oleh penyaluran di segmen Joint Finance, Jenius, dan Mikro.

Sementara itu, total dana pihak ketiga meningkat 12% menjadi Rp121,3 triliun dengan saldo CASA yang tumbuh 3% dan total deposito naik 18%.

Pendapatan Operasional dan Fee

Pendapatan operasional konsolidasi meningkat 27% menjadi Rp17,4 triliun, didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 26% menjadi Rp15,2 triliun dan pendapatan lainnya yang naik 31%.

Kenaikan ini juga mencakup pendapatan dari Grup OTO serta peningkatan pendapatan fee yang berasal dari volume transaksi kartu kredit, bancassurance, dan cash management.

Fokus pada Pengelolaan Risiko dan Kesehatan Keuangan

SMBC Indonesia terus memastikan manajemen risiko yang sehat dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang mencapai 30,02% dan rasio likuiditas (LCR) serta rasio pendanaan stabil (NSFR) yang tetap berada di level sehat.

Rasio NPL juga terpantau baik meskipun mengalami sedikit kenaikan menjadi 2,5% pada akhir 2024.

Pertumbuhan Berkelanjutan dan Program Daya

SMBC Indonesia terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk program Daya yang berhasil memberdayakan lebih dari 10 juta peserta pada 2024.

Program ini mendukung pengembangan UKM dengan menyediakan seminar kewirausahaan dan pendampingan usaha, serta menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform Daya.id yang tercatat telah dikunjungi lebih dari 1,9 juta pengunjung.

BACA JUGA
Spek dan Harga Vivo T3 Pro: Kelebihan dan Kekurangan

Jenius: Pemimpin dalam Perbankan Digital

Selain itu, Jenius sebagai solusi perbankan digital dari SMBC Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan. Pada akhir 2024, Jenius mencatatkan 5,9 juta pengguna terdaftar dan kenaikan dana pihak ketiga serta penyaluran kredit yang masing-masing naik 16% dan 51%.

Hal ini menunjukkan komitmen SMBC Indonesia dalam memperluas akses layanan perbankan digital di Indonesia.

Komitmen Terhadap ESG

SMBC Indonesia juga berkomitmen terhadap environmental, social, and governance (ESG) dengan menyelenggarakan workshop ESG untuk membantu nasabah korporasi bertransisi menuju net-zero emission.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, SMBC Indonesia terpilih oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk berpartisipasi dalam pilot project Taksonomi Hijau Indonesia.

Dengan pencapaian dan komitmennya, SMBC Indonesia menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong keberlanjutan ekonomi, inovasi digital, dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Ke depan, SMBC Indonesia akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih bermakna.