review1st.com – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), banyak perusahaan mulai menghadapi dilema antara merekrut talenta muda atau profesional senior.
Namun, menurut para ahli, masa depan dunia kerja justru ditentukan oleh kemampuan organisasi menggabungkan keduanya.
Dalam podcast Power Talks oleh Jobstreet by SEEK, Dudi Arisandi dari tiket.com membagikan strategi membangun tim lintas generasi yang siap menghadapi era AI.
1. Rekrut Berdasarkan Skill, Bukan Usia
Banyak perusahaan masih mengandalkan faktor usia atau latar belakang pendidikan dalam proses rekrutmen. Padahal, pendekatan ini tidak lagi relevan.
Perusahaan modern mulai beralih ke skill-based hiring, yaitu fokus pada kemampuan nyata kandidat, bukan almamater atau usia.
Intinya:
- Tentukan skill yang benar-benar dibutuhkan
- Gunakan asesmen berbasis kemampuan
- Hindari bias generasi dalam seleksi
2. Stop Menyalahkan Gen Z, Mulai Kembangkan
Stigma terhadap Gen Z seperti “tidak siap kerja” justru menghambat pertumbuhan organisasi.
Sebaliknya, perusahaan perlu:
- Memberikan coaching dan mentoring
- Mengembangkan soft skills (komunikasi, kolaborasi, decision making)
- Memberikan feedback yang konstruktif
Intinya: Gen Z adalah talenta potensial yang perlu dibimbing, bukan disalahkan.
3. Terapkan Reverse Mentoring
Di era digital, pembelajaran tidak lagi satu arah. Konsep reverse mentoring memungkinkan:
- Profesional senior berbagi pengalaman dan strategi
- Gen Z berbagi literasi digital dan kreativitas
Pendekatan ini menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.
4. Fokus pada Skill yang Tidak Bisa Digantikan AI
Banyak pekerjaan teknis kini dapat diotomatisasi oleh AI. Oleh karena itu, skill yang semakin penting adalah:
- Decision-making
- Analytical thinking
- Kemampuan memahami konteks
- Manajemen stakeholder
Intinya: Kombinasi pengalaman senior dan agility Gen Z menciptakan keunggulan kompetitif.
5. Gunakan Strategi Talent “5B”
Untuk membangun workforce yang kuat, perusahaan dapat menerapkan kerangka 5B:
- Build: Kembangkan talenta internal
- Buy: Rekrut dari luar jika diperlukan
- Borrow: Gunakan tenaga freelance atau outsourcing
- Bridging: Rotasi dan redeploy talent
- Bot: Otomatisasi pekerjaan dengan teknologi
Strategi ini membantu organisasi tetap fleksibel dan adaptif di era AI.
Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci
Menurut Dudi Arisandi, kunci sukses di era AI bukan memilih antara Gen Z atau profesional senior, melainkan menggabungkan keduanya.
Kolaborasi ini memungkinkan:
- Inovasi lebih cepat
- Pengambilan keputusan lebih matang
- Adaptasi teknologi yang lebih efektif
Podcast Power Talks: Insight HR dan Dunia Kerja
Podcast Power Talks dari Jobstreet by SEEK menghadirkan berbagai insight seputar:
- Transformasi HR
- Strategi karier
- Tren dunia kerja
Dipandu oleh Sawitri, podcast ini menghadirkan praktisi HR dan pemimpin bisnis dari berbagai industri.









