Berita  

ZTE Perkuat Strategi Keberlanjutan Green Digital Path di Indonesia

review1st.com – ZTE Corporation menanam 300 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada 8 Oktober 2026.

Aksi lingkungan ini melibatkan partisipasi langsung para karyawan perusahaan sebagai bagian dari program One Tree, One Future. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi strategi keberlanjutan global ZTE, Green Digital Path, di Indonesia.

Melalui inisiatif ini, perusahaan berupaya meningkatkan kesadaran lingkungan karyawan serta mendorong partisipasi aktif dalam agenda keberlanjutan.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang ZTE dalam pelestarian wilayah pesisir dan pengurangan emisi karbon.

Liu Sen, President Director of ZTE Indonesia, menjelaskan bahwa penanaman bibit mangrove ini merupakan keberlanjutan dari program One Tree, One Future. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

“Sejalan dengan strategi Green Digital Path, kami menjadikan inisiatif ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kontribusi kami dalam mengurangi emisi karbon, baik dari operasional perusahaan maupun upaya pelestarian lingkungan.

Langkah ini pun sejalan dengan filosofi Tech for Good yang diusung oleh ZTE, di mana kehadiran teknologi harus diimbangi dengan upaya memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi,” ujar Liu Sen.

Penanaman Mangrove dan Pemantauan Ekologis Ekosistem Pesisir

Program One Tree, One Future di kawasan Ekowisata Mangrove PIK mencakup total area penanaman seluas kurang lebih 75 m². Kegiatan ini mencatatkan potensi penyerapan karbon mencapai 35,5 kg CO?e.

BACA JUGA  Salesforce Agentic Enterprise Index: Penerapan Agen AI Meningkat Dua Kali Lipat

Untuk memastikan manfaat jangka panjang pada aspek ekologis, sosial, dan ekonomi, ZTE berkomitmen mendukung pemantauan area penanaman secara berkala. Pemantauan ini bertujuan memastikan bibit mangrove tumbuh optimal sehingga mampu melindungi kawasan pesisir dari abrasi serta erosi gelombang laut.

Selain itu, pemantauan ini menjaga fungsi kawasan mangrove sebagai destinasi wisata alam dan sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Empat Pilar Strategi Green Digital Path dan Target Dekarbonisasi

Green Digital Path merupakan strategi keberlanjutan global ZTE untuk mendorong penerapan prinsip rendah karbon. Strategi ini bertumpu pada empat pilar utama:

  • Operasional perusahaan ramah lingkungan
  • Rantai pasokan hijau
  • Infrastruktur digital ramah lingkungan
  • Pemberdayaan industri untuk mendukung praktik berkelanjutan
Pilar Green Digital PathFokus dan Target Implementasi ZTE
Operasional Ramah LingkunganTarget netralitas karbon operasional tahun 2040 dan net-zero emissions tahun 2050 (divalidasi SBTi). Target penurunan emisi Cakupan 1 & 2 sebesar 46% pada 2025 (dibandingkan 2021).
Rantai Pasokan HijauPenerapan strategi SPIRE 2.0. Pelatihan dual-carbon ke 97 mitra, pemanduan inventarisasi emisi ke 152 mitra utama, dan pelaporan CDP oleh 83 mitra utama.
Infrastruktur DigitalPenerapan teknologi pendingin hemat energi (Fan Wall Cooling dan Liquid Cooling) untuk pusat data.
Pemberdayaan IndustriPemanfaatan 5G, cloud computing, dan AI. Pembangunan Joint Innovation Center bersama XLSMART di Jakarta.

Pada pilar operasional, ZTE telah menyusun peta jalan dekarbonisasi yang divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi). Perusahaan menargetkan pencapaian netralitas karbon operasional pada tahun 2040 serta emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050.

BACA JUGA  HUAWEI MatePad Air (2026): Tablet Ultra-Tipis dan Pengalaman PC-Like

Pada sektor rantai pasok, ZTE menjalankan strategi SPIRE 2.0 untuk membangun rantai nilai ramah lingkungan. Perusahaan memberikan pelatihan dual-carbon kepada 97 mitra pemasok dan mendampingi 152 mitra pemasok utama menyusun laporan inventarisasi emisi karbon. ZTE juga mendorong 83 mitra pemasok utama berpartisipasi dalam penilaian CDP dan menyampaikan informasinya kepada publik.

Untuk efisiensi infrastruktur digital, ZTE memperkenalkan teknologi Fan Wall Cooling dan Liquid Cooling pada ajang Indonesia Cloud & Datacenter Convention 2025. Sementara pada pilar pemberdayaan industri, ZTE membangun Joint Innovation Center bersama XLSMART di Jakarta. Fasilitas ini berfokus pada optimalisasi jaringan berbasis AI, pengembangan teknologi 5G-Advanced, serta solusi efisiensi jaringan.

Implementasi Filosofi Tech for Good dan Tanggung Jawab Sosial

Tech for Good merupakan filosofi global ZTE yang menempatkan teknologi sebagai sarana menjembatani kesenjangan digital sekaligus menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati. Sepanjang tahun 2025, ZTE menginvestasikan dana sebesar CNY 35,37 juta untuk menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan.

Dana tersebut mendanai lebih dari 600 program di lebih dari 15 negara, termasuk Indonesia, dengan keterlibatan sekitar 20.000 karyawan sebagai relawan. Program-program ini menjangkau lebih dari 100.000 penerima manfaat melalui akses pendidikan, bantuan medis, pelestarian lingkungan, dan revitalisasi wilayah pedesaan.

Di Indonesia, selain penanaman mangrove, ZTE menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui ZTE United for Good. Program ini menyalurkan bantuan dan donasi bagi anak-anak di sejumlah panti asuhan. Informasi rinci mengenai komitmen dan kinerja keberlanjutan perusahaan terangkum dalam ZTE Sustainability Report 2025.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa itu strategi Green Digital Path yang dijalankan ZTE? Green Digital Path adalah strategi keberlanjutan global ZTE untuk mendorong penerapan prinsip rendah karbon melalui operasional ramah lingkungan, rantai pasokan hijau, infrastruktur digital hemat energi, dan pemberdayaan industri.

BACA JUGA  DJI Osmo 360 II Hadirkan Standar Baru Kamera 360°

Berapa banyak bibit mangrove yang ditanam ZTE di PIK? ZTE menanam 300 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) pada area seluas 75 m² dengan potensi penyerapan karbon sekitar 35,5 kg CO?e.

Kapan ZTE menargetkan pencapaian net-zero emissions? ZTE menargetkan pencapaian netralitas karbon operasional pada tahun 2040 dan emisi nol bersih (net-zero emissions) secara menyeluruh pada tahun 2050.