Berita  

Laporan Fortinet 2026: Serangan Siber Berbasis AI Melonjak

review1st.com – Fortinet merilis laporan terbaru bertajuk 2026 Global Threat Landscape Report yang mengungkap lonjakan kejahatan siber berbasis Artificial Intelligence (AI) sepanjang 2025.

Laporan yang disusun oleh FortiGuard Labs tersebut menunjukkan bahwa ekosistem kejahatan siber kini semakin terorganisir dan memanfaatkan AI untuk mempercepat proses serangan, mulai dari pengintaian hingga eksploitasi.

Salah satu temuan terbesar dalam laporan ini adalah kenaikan korban ransomware global hingga 389% secara tahunan.

Fortinet Ungkap Kejahatan Siber Kini Gunakan AI dan Shadow Agents

Chief Security Strategist and Global VP of Threat Intelligence Fortinet, Derek Manky mengatakan pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan agentic AI dan shadow agents untuk melancarkan serangan yang lebih cepat dan canggih.

“Kejahatan siber merupakan salah satu ancaman paling luas dan mahal di dunia. Pelaku ancaman mulai memanfaatkan agentic AI untuk melancarkan serangan yang semakin canggih,” ujar Derek Manky.

Menurutnya, organisasi kini perlu membangun sistem pertahanan siber berbasis AI yang mampu merespons ancaman modern dengan kecepatan setara.

Time-to-Exploit Makin Cepat, Serangan Bisa Terjadi dalam Hitungan Jam

Laporan 2026 Global Threat Landscape Report mengungkap bahwa waktu eksploitasi atau Time-to-Exploit (TTE) kini menyusut drastis menjadi hanya 24–48 jam.

Angka tersebut meningkat signifikan dibanding laporan sebelumnya yang mencatat TTE rata-rata 4,76 hari.

Bahkan dalam beberapa kasus, upaya eksploitasi terjadi hanya beberapa jam setelah kerentanan dipublikasikan ke publik, termasuk pada insiden React2Shell.

Korban Ransomware Global Naik 389 Persen

Data intelijen adversarial dari FortiGuard Labs mencatat sebanyak 7.831 korban ransomware terkonfirmasi secara global sepanjang 2025.

Jumlah tersebut melonjak tajam dibanding sekitar 1.600 korban pada laporan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh maraknya layanan cybercrime siap pakai seperti:

  • WormGPT
  • FraudGPT
  • BruteForceAI

Tiga sektor yang paling banyak menjadi target ransomware meliputi:

  1. Manufaktur
  2. Layanan bisnis
  3. Ritel

Sementara negara dengan konsentrasi korban tertinggi adalah:

  • Amerika Serikat
  • Kanada
  • Jerman

AI Membuat Serangan Siber Lebih Efisien dan Sulit Dideteksi

Laporan Fortinet juga mengungkap bahwa pelaku ancaman kini bekerja lebih cerdas dengan AI.

Telemetri FortiGate IPS menunjukkan penurunan volume brute force secara tahunan, namun tingkat keberhasilannya justru meningkat karena target dipilih lebih akurat menggunakan AI.

Secara global tercatat:

  • 67,65 miliar peristiwa brute force
  • 185 juta percobaan per hari
  • 1,3 miliar percobaan per minggu
  • 5,6 miliar percobaan per bulan

Selain itu, upaya eksploitasi global meningkat hingga 25,49% secara tahunan.

Dataset Curian dan Malware Infostealer Semakin Dominan

FortiGuard Labs juga menemukan bahwa log hasil malware infostealer kini lebih diminati dibanding kredensial bocor biasa.

Dalam aktivitas dark web, dataset yang diperdagangkan didominasi oleh:

  • Log stealer: 67,12%
  • Combolist: 16,47%
  • Kredensial bocor: 5,96%

Sementara malware pencuri kredensial yang paling dominan meliputi:

  • RedLine
  • Lumma
  • Vidar

Fortinet Dukung Upaya Global Melawan Kejahatan Siber

Sebagai bagian dari upaya pemberantasan kejahatan siber global, Fortinet turut mendukung berbagai operasi internasional melalui Cybercrime Atlas bersama World Economic Forum dan INTERPOL.

Operasi seperti:

  • Operation Red Card 2.0
  • Operation Serengeti 2.0

berhasil membantu melumpuhkan jaringan penipuan online, aplikasi pinjaman palsu, dan fraud digital di berbagai negara.

Selain itu, Fortinet bersama Crime Stoppers International juga meluncurkan program Cybercrime Bounty untuk membantu masyarakat dan ethical hacker melaporkan ancaman siber secara aman dan anonim.

Fortinet Perkuat Solusi Keamanan Siber Berbasis AI

Melalui FortiGuard Labs, Fortinet terus menghadirkan layanan intelijen ancaman, outbreak alerts, hingga respons insiden keamanan siber untuk membantu organisasi menghadapi ancaman digital modern.

Informasi lengkap mengenai laporan ancaman siber terbaru Fortinet dapat diakses melalui Fortinet Global Threat Landscape Report.