Benarkah iPhone Akan Mengubah Tren HP Lipat?

“Inovasi tidak selalu tentang menjadi yang pertama, melainkan tentang menjadi yang paling mengerti cara menyempurnakan pengalaman pengguna.”

review1st.com – Selama lebih dari lima tahun, pasar smartphone atau HP lipat (foldable) telah didominasi oleh raksasa teknologi seperti Samsung, Huawei, dan berbagai pabrikan asal Tiongkok.

Mereka berlomba-lomba menghadirkan engsel yang lebih tipis, layar tanpa lipatan (crease) yang kentara, dan desain yang semakin futuristik. Namun, di tengah hiruk-pikuk ini, raksasa Cupertino, Apple, tetap diam.

Rumor mengenai “iPhone Fold” telah beredar selama bertahun-tahun. Pertanyaan terbesarnya bukanlah kapan Apple akan merilisnya, melainkan: benarkah kehadiran iPhone lipat nantinya akan benar-benar mengubah lanskap dan tren HP lipat secara global?

Jawabannya adalah: Ya, dan sejarah telah membuktikannya. Berikut adalah argumen mengapa masuknya Apple akan menjadi titik balik bagi industri smartphone lipat.

Strategi “Terlambat namun Sempurna” (Late but Refined)

Apple bukanlah penemu MP3 player, smartphone, tablet, maupun smartwatch. Namun, sejarah mencatat bahwa ketika Apple memasuki kategori produk tersebut, mereka berhasil menjadikannya arus utama (mainstream).

Pabrikan Android saat ini telah melakukan “tugas berat” sebagai kelinci percobaan—menguji ketahanan engsel, mencari material layar fleksibel terbaik, dan mengedukasi pasar.

Ketika Apple akhirnya merilis iPhone lipat, mereka tidak perlu lagi meyakinkan orang bahwa teknologi ini aman.

Mereka hanya perlu meyakinkan bahwa versi mereka adalah yang paling elegan dan minim masalah kompromi perangkat keras.

BACA JUGA
“It’s NOTE What You Think”: NOTE 60 Series Tandai Era Baru Infinix

Revolusi Optimalisasi Perangkat Lunak (Software)

Kelemahan terbesar HP lipat saat ini bukanlah perangkat keras, melainkan perangkat lunak. Banyak aplikasi Android pihak ketiga yang belum teroptimasi secara sempurna untuk transisi dari layar luar ke layar dalam yang lebih besar.

Ekosistem Apple yang tertutup adalah senjata utama mereka. Jika Apple merilis iPhone lipat, mereka memiliki kekuatan untuk “memaksa” para pengembang (developer) aplikasi di App Store untuk segera mengoptimalkan aplikasi mereka.

Standar baru yang diciptakan iOS atau iPadOS untuk layar lipat ini secara tidak langsung akan memaksa pengembang aplikasi untuk juga memperbaiki versi Android mereka.

Memicu Penurunan Harga Komponen Global

Skala produksi Apple sangatlah masif. Ketika Apple memutuskan untuk memproduksi iPhone lipat, mereka akan memesan layar fleksibel, engsel presisi, dan baterai khusus dalam jumlah puluhan juta unit.

Hukum ekonomi dasar akan berlaku: produksi massal dalam skala sebesar ini akan menurunkan harga pokok komponen (Supply Chain Optimization).

Efek dominonya, pabrikan Android akan ikut menikmati harga komponen layar lipat yang lebih murah, sehingga pada akhirnya dapat memproduksi HP lipat dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Tantangan yang Tidak Bisa Diabaikan

Meski demikian, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pabrikan Android saat ini sudah sangat matang.

    Vendor seperti Honor dan Vivo telah membuat HP lipat dengan ketebalan menyamai HP biasa. Samsung telah membangun loyalitas pengguna HP lipat selama beberapa generasi.

    BACA JUGA
    5 Alasan Xiaomi 15T Series Disukai Fotografer Profesional

    Inovasi Android bergerak jauh lebih cepat dibandingkan siklus produk Apple. Namun, menganggap Apple hanya akan “mengekor” adalah sebuah kesalahan.

    Apple tidak hanya menjual perangkat keras; mereka menjual gaya hidup dan gengsi. Masuknya Apple akan menghapus stigma bahwa HP lipat adalah perangkat niche yang rapuh, dan mengubahnya menjadi standar baru komunikasi kelas atas.

    Berdasarkan data riset dari IDC (Desember 2025), pasar HP lipat diprediksi akan melonjak 30% pada tahun 2026 justru karena masuknya Apple.

    Dominasi Nilai: Meskipun unitnya mungkin belum sebanyak Samsung di awal, Apple diproyeksikan langsung menguasai 34% nilai pasar HP lipat di tahun pertamanya karena harga jual yang premium (dirumorkan sekitar $2,400).

    Standar Baru: Saat Apple merilis produk, biasanya standar industri akan langsung bergeser mengikuti standar “kualitas” yang mereka tetapkan.

    ?Tantangan yang Bisa Menghambat Apple

    ?Tentu saja, ada risiko besar bahwa Apple memang “terlalu telat”:

    • Inovasi Kompetitor: Samsung sudah mulai bergerak ke arah Tri-fold (layar lipat tiga) yang akan debut di awal 2026. Apple mungkin merilis layar lipat biasa saat kompetitor sudah selangkah lebih maju lagi.
    • ?Harga: Dengan rumor harga di atas Rp35-40 juta, Apple harus membuktikan bahwa perangkat ini bukan sekadar barang mewah, tapi alat kerja yang esensial.

    Apple memang tertinggal secara durasi waktu, tetapi dalam industri teknologi, pemenangnya seringkali bukan yang pertama datang, melainkan yang pertama berhasil membuat teknologi tersebut nyaman digunakan secara massal.

    BACA JUGA
    iPhone Mirip POCO? Sebuah Plot Twist di Dunia Gadget

    Pertanyaannya sekarang: Ketika inovasi layar lipat akhirnya disempurnakan dan logo Apple tersemat di bagian belakangnya, apakah Anda sudah siap untuk benar-benar meninggalkan layar datar konvensional?