review1st.com – Samsung kembali memanaskan persaingan di pasar mid-range Indonesia dengan jagoan terbarunya, Samsung Galaxy A17 5G.
Dibanderol di angka Rp3.699.000, perangkat ini mencoba mencuri perhatian lewat desain yang mengadopsi DNA flagship Samsung, dipadukan dengan jaminan update software jangka panjang.
Namun, apakah penampilan mewahnya sejalan dengan performa secara keseluruhan? Tim review1st telah mengujinya secara langsung. Berikut ulasan lengkapnya!

Desain & Build Quality: Mewah di Belakang, “Klasik” di Depan
Impresi pertama saat memegang Galaxy A17 5G adalah: ini tidak terasa seperti HP murahan. Balutan warna hitam matte di sekujur bodi sukses mendongkrak kesan elegannya.
Samsung meraciknya dengan kombinasi rangka polikarbonat berpadu back cover yang terasa seperti fiberglass.
Frame-nya dibuat flat kekinian, namun dengan sedikit lengkungan di tiap sudut yang membuatnya pas dan tak mengiris tangan.

Meski dimensinya cukup bongsor, bobotnya yang cuma 192 gram membuatnya tetap asyik diajak maraton scrolling sosmed tanpa bikin pegal.
Tombol volume dan power ditempatkan di sisi kanan dalam sebuah tonjolan halus, sementara sisi kiri dihuni slot SIM hybrid (mendukung microSD).
Di bawah, ada port USB Type-C yang ditemani speaker mono. Ya, sayangnya belum stereo, walau secara volume sudah cukup lantang.
Nah, sisi premium ini sedikit terganggu saat kita menyalakan layar. Samsung masih setia dengan desain poni “tetesan air” dan bezel bawah yang agak tebal.
Buat sebagian orang, mungkin ini agak mengurangi estetika di tahun 2025.
Layar: Panel AMOLED yang Memanjakan Mata
Mengabaikan urusan poni, kualitas visual yang ditawarkan layar datar 6,7 inci ini sangat solid. Resolusinya sudah FHD+ (1080 x 2340 piksel) dengan panel AMOLED yang sukses menyajikan warna vibrant dan warna hitam yang pekat.

Refresh rate-nya berada di angka 90Hz. Memang belum 120Hz, tapi transisi dan animasi sudah terasa jauh lebih mulus ketimbang layar 60Hz standar.
Kecerahannya pun tak masalah saat dipakai di bawah terik matahari, plus sudah dilapisi kaca pelindung tangguh Gorilla Glass Victus.
Performa Handal untuk Harian
Di sektor dapur pacu, Galaxy A17 5G mengandalkan chipset Exynos 1330 yang dikawinkan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB yang sangat lega.
Penggunaan Harian: Sangat memadai untuk multitasking, buka-tutup aplikasi kasual, hingga main sosmed, meski sesekali ada sedikit lag saat beban kerja terlalu berat.
Gaming: Kami menjajalnya untuk main Honor of Kings di setelan grafis level 4 (Resolusi Standar, FPS High).

Hasilnya? Gameplay berjalan lancar jaya, walau dari segi ketajaman grafis mungkin tidak rata kanan.
Benchmark: AnTuTu V10 mencetak skor 611.431. Geekbench menembus 980 (Single-core) dan 2.220 (Multi-core). Di 3DMark Stress Test, kestabilannya patut diacungi jempol di angka 98,9%.
Daya Tahan Baterai
Baterai 5.000mAh di dalamnya memberikan Screen-on-Time (SoT) sekitar 4 jam 9 menit (dari 100% ke 10%). Angka ini tergolong standar.
Pengujian sintetis PCMark (kecerahan 50%) mencatat waktu 12 jam 1 menit di mode 90Hz, dan 13 jam 32 menit di mode 60Hz.
Untuk charging, HP ini mendukung daya 25W.
Dari kapasitas 10% hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 36 menit. Kabar baiknya, Samsung kerap memberikan promo bundling kepala charger 25W dalam paket penjualannya.
Kamera: Kamera Utama Bisa Diandalkan!
Konfigurasi kamera belakangnya terdiri dari lensa utama 50MP (didukung OIS), lensa ultrawide 5MP, dan lensa makro 2MP. Di depan, ada kamera selfie 13MP.

Kamera Utama (50MP): Hasil jepretan sangat oke di kelasnya. Warnanya khas Samsung, detailnya dapat, dan mode portrait-nya rapi—walau kadang efek blurnya sedikit memotong area kacamata pengguna.
Kamera Ekstra: Kamera ultrawide 5MP masih layak pakai untuk skenario pencahayaan cukup, namun lensa makro 2MP-nya seringkali menghasilkan foto yang buram dan kurang tajam.
Kamera Selfie (13MP): Sangat bisa diandalkan. Hasil tangkapan wajah detail, tajam, dan siap diunggah ke sosmed.
Video: Perekaman maksimal mentok di resolusi FHD 30FPS. Menariknya, fitur OIS di lensa utama sukses membuat hasil rekaman minim guncangan tanpa perlu mode stabilisasi software tambahan.
Hasil Kamera:





Fitur & Software: Jaminan Masa Depan
Ini dia daya tarik utamanya: One UI 7.0 berbasis Android 15. Tampilannya bersih, intuitif, dan no ads.
Samsung tak main-main memberikan janji hingga 6 kali pembaruan OS dan 6 tahun pembaruan keamanan.
Fitur AI juga sudah disisipkan, seperti Circle to Search dan akses instan ke Gemini via tombol power, meski untuk editor fotonya belum se-advanced seri Galaxy S.
Kelebihan dan Kekurangan Galaxy A17 5G
Sebagai smartphone di rentang harga 3 jutaan, Samsung Galaxy A17 5G menawarkan build quality dan desain yang terasa premium di tangan, meski harus diakui area layar depannya masih terasa agak tertinggal.
Performanya bisa diandalkan untuk harian, layarnya tajam, dan komitmen update software 6 tahun menjadikannya investasi yang menarik.
Desain back cover dan build quality terasa premium. Dukungan software dan security update sangat panjang (6 Tahun).
Layar AMOLED yang tajam, cerah, dan kaya warna. Lantas kamera utama 50MP-nya hadir dengan OIS yang stabil.
Namun, ada sedikit minor dimana desain layar depan masih pakai “poni” (waterdrop notch). Bezel bawah (dagu) masih lumayan tebal. Satu lagi, setup speaker-nya masih mono.









