Berita  

Tiket Dopamine Land Jakarta Resmi Dijual: Pengalaman Imersif Global Di September

review1st.com – Fever, platform teknologi hiburan global, secara resmi membuka penjualan tiket untuk Dopamine Land Jakarta. Pengalaman imersif multisensori yang telah memikat jutaan pengunjung di berbagai belahan dunia ini siap menyapa masyarakat Indonesia mulai 25 September 2026 di Central Park Mall 2.

Dopamine Land dirancang khusus sebagai ruang rekreasi penuh warna, suara, sentuhan, dan imajinasi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Jelajahi 9 Ruang Interaktif Penuh Kegembiraan

Melalui 9 ruang interaktif unik, pengunjung diajak memasuki lanskap visual dan audio yang memicu rasa bahagia (dopamin). Setiap ruangan menawarkan elemen kejutan yang dirancang untuk memicu koneksi dan nostalgia:

  • Ilusi Optik & Warna Cerah: Desain visual memukau yang sangat cocok untuk spot foto Instagramable.
  • Lanskap Suara & Tekstur: Kombinasi audio memikat serta instalasi tekstur yang dapat disentuh dan dimainkan secara langsung.
  • Lingkungan Imersif: Konsep ruang permainan interaktif yang membangkitkan rasa ingin tahu dan kreativitas.

Informasi Acara & Pembelian Tiket

Detail InformasiKeterangan
Nama EventDopamine Land Jakarta
PenyelenggaraFever
Tanggal BukaMulai 25 September 2026
LokasiCentral Park Mall 2, Jakarta Barat
Target PengunjungSegala usia (Keluarga, Anak-anak, Dewasa)
Pembelian TiketResmi dibuka via platform Fever

Fenomena Hiburan Imersif Dunia

Sebelum hadir di Jakarta, Dopamine Land telah sukses menyambut lebih dari 1 juta pengunjung di berbagai kota besar dunia, seperti London, Madrid, Dubai, São Paulo, Washington DC, Brisbane, Singapura, dan Santiago.

Kehadirannya di Jakarta menjadi momen penting bagi penikmat rekreasi imersif di Indonesia untuk merasakan langsung fenomena hiburan interaktif berkelas internasional.

Mengingat antusiasme tinggi di kota-kota sebelumnya, masyarakat diimbau untuk segera memesan tiket lebih awal melalui aplikasi atau situs resmi Fever agar tidak kehabisan kuota kunjungan perdana.