review1st.com – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), kemampuan menggunakan teknologi saja tidak lagi cukup.
Melalui ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, generasi muda Indonesia diajak untuk tidak sekadar jago AI, melainkan mampu mengidentifikasi masalah yang tepat, memahami kebutuhan pengguna, serta merancang solusi teknologis yang relevan dan berdampak luas.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mulai menerapkan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan sejak kelas 5 SD.
Samsung SFT 2026 hadir memperkuat ekosistem tersebut melalui pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Tahap Semifinal: Pelatihan Teknis AI Amplification
Dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop, sebanyak 296 peserta dari 80 tim berhasil lolos ke babak semifinal. Para semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis bertajuk AI Amplification yang digelar secara hybrid pada pertengahan Agustus 2026.

Fokus utama pelatihan ini meliputi:
- Pengenalan Masalah: Mengidentifikasi isu nyata sebelum menentukan jenis teknologi yang digunakan.
- Riset Pengguna & Data: Menganalisis siapa yang membutuhkan solusi dan ketersediaan data yang relevan.
- AI Development Pipeline: Mempelajari pengolahan data, pemilihan model, fine-tuning, hingga transfer learning.
- Integrasi Perangkat: Penerapan solusi berbasis Edge AI dan Cloud AI.
- Eksplorasi Teknologi AI: Pemahaman mendalam terkait Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, NLP, hingga sensor-based AI.
Pergeseran Mindset: Dari sekadar Ide Menjadi Solusi Relevan
Rahmat Fajri, AI Engineer sekaligus pengajar Technical AI Amplification Samsung SFT 2026, menekankan bahwa teknologi bukanlah titik awal dalam pengembangan inovasi.
“Peserta perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia. Dari sana, peserta dapat menentukan apakah AI memang dibutuhkan dan pendekatan apa yang paling sesuai,” ungkap Rahmat.
Melalui sesi hands-on, peserta dilatih mengubah ide dasar menjadi Concept Paper dan prototype yang matang, fokus pada nilai guna nyata bagi masyarakat.
Ringkasan Tahapan Samsung Solve for Tomorrow 2026
| Tahapan Program | Detail Kegiatan |
|---|---|
| Seleksi Awal | ~4.000 pendaftar & 2.600 peserta Design Thinking Workshop |
| Semifinal (80 Tim / 296 Peserta) | Pelatihan Hybrid AI Amplification & Mentoring Intensif |
| Pengembangan Produk | Pembuatan Final Paper, Prototype, dan Pitch Video |
| Pengumuman Top 10 Tim | 7 Oktober 2026 (Kategori Siswa & Mahasiswa) |
| Babak Final | Presentasi akhir dan penentuan pemenang |
Mengasah Soft Skill untuk Inovator Masa Depan
Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan bahwa Samsung SFT tidak hanya melatih hard skill teknis, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 seperti problem solving, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.
Dengan pembekalan mendalam ini, para semifinalis disiapkan menjadi penggerak inovasi masa depan yang mampu mengubah tantangan di sekitar menjadi solusi digital yang berguna.








