review1st.com – Startupinsurtech Fuse mengumumkan telah menerbitkan lebih dari lima juta polis di Vietnam sejak platform Fuse hadir di Negeri Naga Biru itu pada tahun lalu. Angka tersebut menjadi sebuah capaian besar yang dibukukan oleh Fuse di luar Indonesia.

Atas dasar itu, Fuse berkomitmen dan bertekad untuk menjadi pemain insurtech kunci di Vietnam, dengan mengembangkan platform teknologi yang unik dan mendukung model bisnis yang berbeda sesuai dengan keragaman cara end-customer ingin membeli produk asuransi.

Fuse telah beroperasi di Vietnam sejak tahun lalu, dengan menawarkan produk asuransi mikro melalui kanal e-commerce dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.

Lantas baru-baru ini, Fuse mereplikasi model Business to Agent/ Broker to Customer atau B2A2C–yang terbukti sukses dikembangkan di pasar Indonesia–ke negara Vietnam.

Adapun aplikasi Fuse Pro membantu partner/ agen/ broker mengubah bisnis mereka dari offline menjadi online.

“Momentum di Vietnam sangat positif seiring dengan dampak pandemi Covid-19 yang mulai menurun. Strategi kami adalah menggabungkan teknologi dengan pengetahuan yang kami miliki, untuk menciptakan bisnis yang benar-benar mengerti kebutuhan asuransi di Vietnam.

Ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa membuat lebih banyak orang di Vietnam mendapatkan proteksi asuransi dengan mudah,” ujar Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (13/12).

BACA JUGA
ASUS Umumkan Jajaran Laptop Copilot+ PC Terlengkap di Computex 2024

Head of Vietnam Fuse, Tran Diem Ngoc Quynh mengatakan, industri asuransi Vietnam punya potensi dan ruang yang luas untuk dieksplorasi. Pasalnya, penetrasi asuransi Vietnam masih sekitar 2,3% hingga 2,8%, tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Ini menjadi peluang bagi pemain insurtech seperti Fuse, yang memiliki pengalaman dalam inovasi teknologi, untuk meningkatkan tingkat adopsi dan penetrasi asuransi.

Potensi ini juga tercermin dari data laporan e-Conomy SEA 2022 yang dipublikasikan oleh Google, Temasek dan Bain & Company. Pertumbuhan ekonomi digital Vietnam diproyeksikan akan cemerlang pada tahun 2025.

Vietnam diprediksi mencapai GMV sebesar US$ 23 miliar di akhir tahun 2022 dan diprediksi mencapai US$ 49 miliar di tahun 2025. Industri asuransi umum di Vietnam juga diprediksi akan tumbuh karena didukung oleh pemulihan ekonomi yang kuat, peningkatan frekuensi bencana alam, dan pertumbuhan asuransi wajib.

“Pasar asuransi non-jiwa sangat kompetitif di Vietnam. Kami berharap bisa membawa angin segar. Alih-alih mendisrupsi dunia asuransi, kami menggunakan teknologi untuk mengaktifkan berbagai stakeholder di ekosistem asuransi.

Melalui aplikasi Fuse Pro, kami membantu partner/ agen/ broker untuk membandingkan produk asuransi secara efisien, mempermudah proses pengajuan polis, mencairkan komisi secara cepat serta mengajukan klaim dengan mudah. Benar-benar mudah, semudah di ujung jari,” ungkap Tran Diem Ngoc Quynh.

“Kami sangat meyakini bahwa transformasi asuransi digital dapat membantu lebih banyak orang mendapatkan proteksi asuransi, dan semoga tingkat penetrasi asuransi dapat meningkat secara substansial di tahun-tahun mendatang di Indonesia, Vietnam dan Asia Tenggara,” tutup Andy.

BACA JUGA
OPPO Smailing Tour Travel Fair: Pengalaman Perjalanan Tak Terlupakan
Shares: