review1st.com Qualcomm Indonesia mengadakan acara Snapdragon Academy 2023 di XXI The Lounge, Plaza Senayan. Mengupas mengenai artifical intelligence (AI) yang telah mengubah lanskap teknologi.

Event ini dihadiri oleh Shannedy Ong,Country Director Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto, Senior Manager Business and Development Qualcomm Indonesia dan Didi Setiadi, Founder dan CEO Prasimax.

Seperti diketahui, AI telah mendapatkan perhatian yang sangat besar di dunia dan Indonesia. Sebagai contoh, ChatGPT, sebuah chatbot berbasis AI, telah memiliki 100 juta pengguna hanya dalam 3 bulan pertama –melampaui platform media sosial lainnya dan merubah lanskap teknologi.

Begitu pula dengan Hybrid AI sebuah teknologi dari Qualcomm, yang mengkombinasikan pemrosesan teknologi AI di cloud dan perangkat. Hybrid AI juga memungkinkan Generative AI untuk menghasilkan karya digital pada perangkat.

Melihat bahwa AI yang berkembang pesat dan menjadi bagian dari kehidupan, Qualcomm berkomitmen untuk mengambil peran dalam pengembangan Hybrid AI melalui inovasi-inovasi teknologi bagi bisnis dan konsumen.

Dedicated AI yang Qualcomm hadirkan dalam perangkat berbasis edge memungkinkan adanya konvergensi smartphone dengan PC yang dapat membawa kapabilitas AI ke laptop menjadikan aplikasi dan user experience di laptop lebih baik dan mendukung produktivitas.

Hybrid AI akan secara otomatis melakukan penilaian kapan proses generative AI dapat berlangsung di device dan cloud. Penilaian tersebut berdasar pada efisiensi dan kebutuhan kecepatan dalam pengambilan data atau keputusan.

BACA JUGA
Webinar UNITY: Menggali Potensi Web3 dalam Transformasi Industri Gaming

Tantangan utama adopsi AI di Indonesia terletak pada masih minimnya developer lokal yang berfokus pada pengembangan AI. Qualcomm berharap dengan adanya Qualcomm AI Stack dapat mempermudah developer lokal dalam merancang platform AI agar jumlah developer lokal di Indonesia meningkat.

Terdapat tiga manfaat Hybrid AI terhadap industri meliputi: (1) Meningkatkan kemampuan analisis data pada perangkat yang melahirkan banyak inovasi; (2) Mendorong transformasi digital pada berbagai sektor; dan (3) Melindungi dari kebocoran data karena data hanya berada di perangkat/on-device.

Teknologi Hybrid AI Qualcomm membawa kemampuan memproses generative AI tanpa koneksi internet. Qualcomm AI Engine terdiri dari empat bagian, yaitu Kryo CPU, Adreno GPU, Hexagon, dan Sensing Hub.

Dengan teknologi dedicated AI/on-device AI Qualcomm, fitur AI dapat dilakukan dengan mengonsumsi daya yang lebih rendah, performa tinggi, dan temperatur yang lebih dingin.

Kehadiran dedicated AI Qualcomm akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna, yaitu dengan adanya noise suppression, eye gaze correction, dan auto-framing yang bisa dilakukan dengan daya rendah.

AI Based Auto Framing yang sudah tersedia di Snapdragon 8CX Gen 3 dapat secara otomatis mendeteksi dan menyesuaikan posisi wajah pengguna, termasuk mendeteksi objek wajah terdapat lebih dari satu subjek.

AI Based Noise-Suppression dapat menghasilkan suara yang lebih jernih, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pengguna.

Sensing Hub dengan Camera Always-On meningkatkan keamanan laptop dengan mengunci layar saat pengguna sedang tidak di depan layar atau terdeteksi kehadiran orang lain.

BACA JUGA
Acer Luncurkan Proyektor Laser Vero Terbaru untuk Pengalaman Hiburan yang Lebih Baik

Dalam ekosistem teknologi di Indonesia, terdapat pihak yang memiliki teknologi, pihak perancang, pihak fabrikasi, dan pihak branding. Qualcomm adalah pihak yang memiliki teknologi, sedangkan Prasimax adalah pihak yang merancang teknologi tersebut hinga menjadi bentuk dasar dari produk teknologi.

Kerja sama antara Prasimax dengan Qualcomm memungkinkan Prasimax untuk mendalami tektonologi yang dihasilkan oleh Qualcomm.

Meski AI juga membawa tantangan karena dapat disalahgunakan, kehadiran AI sangat menjanjikan, mempertimbangkan potensi produktivitasnya dalam membantu pekerjaan manusia dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Salah satu implementasi AI yang dikembangkan oleh Prasimax dengan memakai chipset Qualcomm, QCS400 Series, perangkat natural language processing (NLP). Perangkat ini akan menangkap perintah dari pengguna yang selanjutnya dapat dianalisis secara on-device maupun cloud untuk menghasilkan jawaban atau melaksanakan perintah.

Shares: