review1st.com – Platform pencarian kerja Jobstreet by SEEK resmi memperkenalkan dua inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama Personalised Targeting dan Assist.
Kedua fitur terintegrasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi alur kerja rekrutmen. Selain itu, fitur tersebut membantu perusahaan menjangkau kandidat yang lebih relevan serta mengurangi beban pekerjaan administratif yang repetitif.
Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan transformasi terpadu SEEK di delapan negara kawasan Asia-Pasifik. Sejak 2023, perusahaan konsisten memperbarui platformnya.
Proses unifikasi platform global dimulai pada 2023, disusul pembukaan akses iklan gratis via model freemium pada 2024. Selanjutnya, optimasi AI matching diterapkan pada 2025, hingga akhirnya integrasi alur rekrutmen penuh diluncurkan pada 2026.
Optimalisasi Pencarian Talenta Melalui Personalised Targeting
Fitur Personalised Targeting mempelajari kebutuhan dan pola rekrutmen spesifik dari setiap perusahaan. Sistem memanfaatkan informasi preferensi, kriteria kandidat, aktivitas pencarian, serta riwayat perekrutan sebelumnya.
Melalui analisis data tersebut, AI menjangkau kandidat berpotensi lewat email, rekomendasi aplikasi, dan push notification secara berkala.
Teknologi ini juga menyertakan indikator “Likely Interested” atau kandidat yang “Mungkin Berminat”. Fitur ini bekerja mengidentifikasi kandidat yang belum melamar, namun telah menyimpan iklan lowongan sekitar tujuh hari setelah penayangan.
Kandidat dalam kategori ini mencatatkan tingkat respon hingga lima kali lebih tinggi saat dihubungi secara proaktif oleh perekrut.
Otomatisasi Alur Kerja Rekrutmen Lewat Fitur Assist
Sementara itu, fitur Assist hadir sebagai agentic AI yang menangani operasional rutin proses seleksi. Sistem memberikan rekomendasi langkah teknis, membuat pemeringkatan (shortlist) kandidat beserta penjelasan kontekstual, hingga mengelola pemeriksaan referensi secara otomatis.
Assist turut menyediakan fitur AI Voice Pre-screen untuk menjalankan wawancara awal berbasis suara secara terstruktur. Kandidat dapat melengkapi sesi wawancara suara ini fleksibel dari perangkat masing-masing.
Langkah otomatisasi ini mempercepat tahap pra-seleksi tanpa menghilangkan kendali penuh tim HR dalam mengambil keputusan akhir.
Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, menegaskan bahwa penerapan AI ini ditujukan untuk memangkas hambatan administratif manual.
Dengan demikian, perekrut dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk membangun interaksi humanis dan mengambil keputusan strategis.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa itu fitur Personalised Targeting di Jobstreet by SEEK? Personalised Targeting adalah fitur berbasis AI yang mempelajari pola rekrutmen perusahaan untuk merekomendasikan dan menjangkau kandidat paling relevan secara otomatis.
Bagaimana cara kerja fitur Assist dalam proses seleksi kandidat? Fitur Assist menangani tugas rutin seperti pembuatan shortlist terstruktur, pemeriksaan referensi otomatis, dan wawancara awal berbasis suara (AI Voice Pre-screen).
Kapan fitur Personalised Targeting dan Assist resmi diluncurkan? Kedua fitur inovasi terintegrasi ini resmi diperkenalkan oleh Jobstreet by SEEK pada 18 September 2026.








