Berita  

Grab–OVO Hadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

review1st.com — Grab dan OVO menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta sebagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor swasta yang mendukung program strategis nasional pemerintah.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menyukseskan agenda Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak Indonesia.

Apa Itu Program MBG Swasta Grab–OVO?

Grab–OVO Hadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program MBG Swasta merupakan model kontribusi sektor swasta yang:

  • Sepenuhnya didanai dari dana CSR Grab–OVO
  • Didukung mitra swasta non-profit
  • Melengkapi pelaksanaan MBG oleh pemerintah
  • Berfokus pada keamanan pangan dan tata kelola akuntabel
  • Menciptakan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan

Inisiatif ini menjadi contoh praktik baik kolaborasi swasta dalam mendukung pembangunan nasional berbasis teknologi.

Command Center MBG: Pengawasan Keamanan Pangan Berbasis Teknologi

Sebagai bagian dari implementasi, Grab dan OVO menghadirkan Command Center MBG, pusat pemantauan berbasis teknologi yang memastikan:

  • Proses penyediaan makanan diawasi secara real-time
  • Standar keamanan pangan dijaga secara konsisten
  • Risiko operasional teridentifikasi lebih dini
  • Respons cepat dan terukur saat terjadi kendala

Sistem ini memantau distribusi makanan mulai dari dapur mitra UMKM hingga diterima oleh sekolah.

Pendekatan digital ini dinilai lebih efektif dibandingkan pengawasan manual berkala, karena mampu menangkap dinamika operasional secara langsung di lapangan.

Kolaborasi Lintas Organisasi dan Pemangku Kepentingan

Program MBG Swasta dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi, antara lain:

  • PP Muhammadiyah
  • Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama
  • Yayasan Inklusi Pelita Bangsa
  • Yayasan Benih Baik
  • Artha Graha Peduli
  • Yayasan Astra
  • GK Foundation
BACA JUGA
Smartphone Kita: Asisten Pribadi atau Mata-Mata Musuh? Waspada HP Dibobol

Program ini juga telah dikunjungi oleh sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, hingga Gubernur Banten.

Sistem Digital Terintegrasi dan Transparan

Seluruh proses MBG Swasta terdokumentasi melalui sistem digital, meliputi:

  • Deklarasi kesiapan mitra UMKM
  • Konfirmasi pengiriman makanan
  • Pemantauan distribusi
  • Umpan balik dari pihak sekolah

Pendekatan ini memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta perbaikan berkelanjutan melalui pendampingan dan edukasi kepada UMKM.

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menegaskan bahwa keamanan pangan bukan hanya standar operasional, tetapi tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

Dampak Sosial: Libatkan UMKM Lokal

Selain mendukung pemenuhan gizi siswa, MBG Swasta juga melibatkan UMKM lokal sebagai mitra utama dalam rantai pasok.

Melalui pendampingan berbasis teknologi, UMKM didorong untuk:

  • Menerapkan standar kebersihan lebih baik
  • Mengelola operasional secara profesional
  • Meningkatkan kapasitas usaha berkelanjutan

Menurut Rizal Sutono dari Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, pemanfaatan teknologi dalam MBG Swasta menjadi contoh praktik baik pengelolaan program sosial berbasis kolaborasi.

Capaian Program MBG Swasta Sejak 2024

Sejak diluncurkan pada September 2024, program ini telah:

  • Menjangkau 30+ sekolah (termasuk sekolah khusus)
  • Memberikan manfaat kepada 4.500+ murid dan guru
  • Melibatkan 20+ mitra UMKM dan kantin sekolah
  • Beroperasi di 11 kota/kabupaten

Ke depan, Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa berkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan berbasis teknologi agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga secara konsisten.

BACA JUGA
TECNO Luncurkan MEGABOOK T14 Air Laptop Ultra-Ringan 999 Gram

Grab–OVO Dukung Program Nasional dengan Inovasi Digital

Melalui MBG Swasta, Grab–OVO menunjukkan bahwa sektor swasta dapat berkontribusi secara terukur, transparan, dan bertanggung jawab dalam mendukung program nasional.

Pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan UMKM menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap makanan yang diterima anak-anak Indonesia aman, bergizi, dan berdampak nyata bagi tumbuh kembang mereka.