Berita  

Ericsson Hadirkan AI in RAN untuk Mewujudkan Jaringan Seluler yang Lebih Cerdas

review1st.com – Seiring meningkatnya kebutuhan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), operator telekomunikasi membutuhkan jaringan yang mampu menghadirkan performa tinggi, efisiensi energi, dan otomatisasi yang lebih cerdas.

Menjawab tantangan tersebut, Ericsson memperkenalkan AI in RAN, solusi software terbaru yang menghadirkan model AI kelas telekomunikasi langsung ke dalam jaringan akses radio (Radio Access Network/RAN).

Teknologi ini memungkinkan operator meningkatkan kinerja jaringan, efisiensi spektrum, dan penghematan energi melalui pembaruan berbasis software tanpa memerlukan infrastruktur tambahan.

Dengan AI in RAN, Ericsson menetapkan standar baru dalam kecerdasan jaringan untuk mendukung evolusi menuju jaringan 5G yang lebih pintar dan masa depan jaringan AI-native.

Apa Itu AI in RAN dari Ericsson?

AI in RAN merupakan teknologi yang mengintegrasikan model AI secara langsung ke dalam baseband dan radio jaringan seluler. Solusi ini dirancang untuk bekerja secara real-time sehingga mampu mengoptimalkan performa jaringan secara otomatis berdasarkan kondisi lapangan yang terus berubah.

Beberapa kemampuan utama AI in RAN meliputi:

  • Model AI kelas telekomunikasi yang berjalan langsung di jaringan RAN.
  • Software adaptif yang semakin cerdas melalui pemanfaatan data berkualitas tinggi.
  • Dukungan Agentic AI untuk otomasi jaringan tingkat lanjut.
  • Optimasi jaringan secara real-time tanpa membutuhkan software tambahan.

Teknologi ini menjadi bagian dari visi Ericsson dalam menghadirkan AI for Networks, yaitu pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas jaringan dan pengalaman pengguna.

AI in RAN Bantu Maksimalkan Investasi 5G di Indonesia

Bagi Indonesia, AI in RAN menawarkan peluang besar untuk memaksimalkan investasi jaringan 5G yang telah dilakukan operator telekomunikasi.

Berdasarkan data GSMA, kebutuhan investasi pengembangan jaringan 5G di Indonesia diperkirakan mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp324 triliun. Nilai tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp900 triliun pada tahun 2030.

Melalui pendekatan berbasis software, AI in RAN memungkinkan operator meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan tanpa harus melakukan investasi infrastruktur yang besar.

Langkah ini sejalan dengan target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menargetkan cakupan layanan 5G mencapai 32 persen pada tahun 2030.

Dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas dari sektor industri, bisnis, pemerintahan, hingga konsumen, teknologi AI dapat membantu operator:

  • Meningkatkan efisiensi spektrum.
  • Mengoptimalkan kapasitas jaringan.
  • Mengurangi konsumsi energi.
  • Meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
  • Mendukung transformasi digital nasional.

Ericsson: AI Jadi Kunci Masa Depan Industri Telekomunikasi

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan bahwa AI kini menjadi motor utama inovasi di berbagai sektor dan mendorong kebutuhan baru terhadap konektivitas yang lebih cepat serta otomatisasi yang lebih cerdas.

“Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang, sekaligus membantu operator memenuhi kebutuhan data yang terus meningkat di tengah tantangan investasi.

Teknologi ini juga dapat mendukung visi Indonesia Digital 2045 melalui fondasi jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.”

Model AI Ericsson Mampu Mengambil Keputusan dalam Hitungan Mikrodetik

Model AI yang dikembangkan Ericsson dirancang khusus untuk lingkungan telekomunikasi dengan kemampuan pemrosesan dan pengambilan keputusan dalam hitungan mikrodetik.

Dikembangkan menggunakan keahlian telekomunikasi selama puluhan tahun serta dilatih menggunakan data jaringan berkualitas tinggi, teknologi ini mampu bekerja secara stabil dalam berbagai kondisi jaringan radio yang dinamis.

Kemampuan tersebut memungkinkan operator memperoleh performa jaringan yang lebih konsisten dan responsif terhadap perubahan trafik secara real-time.

Fitur AI in RAN Ericsson untuk Jaringan 5G Advanced

AI in RAN dapat diterapkan pada platform Ericsson 5G Advanced, baik untuk jaringan berbasis perangkat khusus maupun Cloud RAN.

Beberapa fitur utama yang mulai tersedia sejak kuartal kedua 2026 meliputi:

AI-Native Scheduler

Mengoptimalkan alokasi sumber daya jaringan secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum.

AI-Powered Positioning

Meningkatkan akurasi penentuan lokasi pengguna untuk mendukung layanan berbasis lokasi yang lebih presisi.

AI-Managed Beamforming

Mengoptimalkan kualitas sinyal secara otomatis dan dinamis sesuai kondisi jaringan.

AI-Powered Multi-Layer Coordination

Meningkatkan koordinasi antar lapisan jaringan sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih stabil.

Advanced Performance Management

Memungkinkan pemantauan dan analisis performa jaringan yang lebih cerdas.

Augmented Observability

Memberikan visibilitas lebih tinggi terhadap cara AI bekerja dan mengambil keputusan dalam jaringan.

Terbukti Tingkatkan Performa Jaringan 5G Global

Setelah diuji dan diterapkan pada lebih dari 15 jaringan komersial di berbagai negara, AI in RAN menunjukkan hasil yang signifikan.

Teknologi ini mampu menghadirkan:

  • Peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen.
  • Efisiensi spektrum hingga 10 persen.
  • Dukungan hingga dua kali lebih banyak pengguna dengan trafik tinggi.
  • Akurasi prediksi cakupan jaringan mencapai 90–95 persen.
  • Presisi penentuan lokasi pengguna hingga lima kali lebih tinggi.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa AI in RAN bukan sekadar konsep, tetapi solusi nyata yang sudah terbukti meningkatkan kualitas jaringan 5G secara global.

Operator Global Dukung Implementasi AI in RAN

Sejumlah operator telekomunikasi dunia seperti SoftBank, Bell, SK Telecom, dan Rogers telah menyatakan dukungannya terhadap pengembangan AI in RAN.

Mereka menilai integrasi AI langsung ke dalam jaringan radio akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan performa jaringan, efisiensi energi, serta mendukung layanan berbasis AI generasi berikutnya yang membutuhkan latensi rendah dan konektivitas yang sangat andal.

Ericsson Siapkan Fondasi Menuju Jaringan AI-Native 6G

Ericsson telah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam portofolio produknya sejak era 4G. Pada 2021, perusahaan memperkenalkan akselerasi AI-ready pada RAN Compute, dan pada awal 2026 meluncurkan Neural Network Accelerators pada radio Massive MIMO yang meningkatkan kemampuan inferensi AI hingga 10 kali lipat.

Melalui AI in RAN, Ericsson semakin memperkuat posisinya dalam mendorong transformasi jaringan menuju era AI-native 6G, di mana kecerdasan buatan akan menjadi bagian inti dari operasional dan optimasi jaringan masa depan.