Kontroversi Kebijakan Baru WA, 5 Fakta Ini Perlu Diketahui

review1st.com – Aplikasi komunikasi dengan pengguna terbanyak didunia, WhatsApp atau WA tengah menjadi perbincangan setelah mengeluarkan kebijakan privasi baru. Kebijakan WA ini akan segera mereka berlakukan mulai 8 Februari 2021 mendatang.

Beberapa poin kebijakan tersebut yang paling disoroti publik adalah pembagian data ke perusahaan induknya, Facebook. Bahkan merespons kebijakan baru WA ini, Menkominfo, Johnny Plate ikut menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati.

Menkominfo meenyarankan masyarakat membaca ketentuan privasi sebelum menyetujuinya, bentuk respon pemerintah terhadap kebijakan baru tersebut.

Fakta Seputar Kebijakan Baru WA (Whatsapp)

Apa saja yang perlu diketahui dari kebijakan baru privasi Whatsapp? Ini 5 poin yang perlu Anda tahu:

1. Mulai berlaku 8 Februari 2021

Persyaratan baru dan kebijakan privasi WhatsApp akan mulai berlaku pada 8 Februari 2021. Pengguna wajib menerima persyaratan dan perubahan untuk tetap menggunakan akunnya, setelah batas waktu yang ditentukan.

Jika tidak setuju, pengguna dapat menghapus akunnya. Pengguna dapat mengetahui informasi lebih lanjut melalui help center.

2. Berbagi data

Ada tiga pembaruan penting, salah satunya pengguna yang diharuskan menyerahkan data ke Facebook. Pengguna harus menyetujui pembagian data mereka ke Facebook, selaku perusahaan induk dari WhatsApp.

Jika ingin tetap menggunakan aplikasi WhatsApp, pengguna harus menyetujui kebijakan ini. Selain itu juga ada perubahan kebijakan privasi mengenai pemrosesan data pengguna dan komunikasi dengan pemilik akun bisnis.

3. Jenis data yang akan diteruskan ke Facebook

Beberapa data yang akan diteruskan WhatsApp kepada Facebook antara lain:

  • Location: ni terkait lokasi pengguna berada. Informasi lokasi yang dikumpulkan WhatsApp hanya berupa gambaran kasar yang tidak terlalu akurat.
  • Identifier: Pada dasarnya merupakan berupa informasi umum identitas pemilik akun yang disediakan aplikasi WhatsApp ketika pertama kali mendaftar di aplikasi WhatsApp, seperti nomor telepon, nama profil, foto profil, dan status. serta informasi mengenai perangkat seluler dan alamat IP yang digunakan pengguna.
  • Usage data: Informasi detail berupa durasi pengguna menggunakan WhatsApp, pada jam berapa, atau untuk tujuan apa, seperti melakukan panggilan atau chat, berapa pesan yang pengguna kirim, dan lain sebagainya.
  • Purchases: Berkaitan dengan data terkait pembelian apapun yang pengguna lakukan via WhatsApp. Baru-baru ini, WhatsApp diketahui meluncurkan fitur pasar digital untuk memudahkan pengguna membeli barang melalui aplikasi secara lansung.
  • User Content: Pesan WhatsApp sebenarnya sudah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end sehingga pihak lain, bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya untuk tujuan periklanan atau analitik.
  • Contact Info: Semua kontak yang ada di ponsel pengguna. Financial Info WhatsApp mengumpulkan detail informasi pembayaran, seperti saat pengguna menggunakan WhatsApp Pay.

4. Data WA dishare terbatas pada 2016

Menurut WhatsApp, pihaknya telah membagikan data terbatas kepada Facebook di ranah backend sejak 2016. Hal ini untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur perusahaan.

Dalam kebijakan terbaru, tidak ada perubahan mengenai berbagi infrastruktur backend ini. Pembaruan pada awal tahun 2021 menekankan pada perpesanan WhatsApp Business, yang saat ini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp.

Hal ini mengartikan, percakapan yang terjadi pada akun bisnis akan disimpan di server Facebook. Meski begitu, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut secara lansung atau tidak.

5. Sistem enskripsi WA

Kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru, masih menggunakan sistem enskripsi secara end-to-end. Dengan demikian WhatsApp atau Facebook tidak dapat lansung mengakses percakapan pribadi pengguna. Namun hal ini tak memastikan menjamin privasi pengguna.

Cara kerja sistem enskripsi ini sebenarnya adalah berupa data pesan teks maupun suara akan diacak oleh algoritma WhatsApp, setelah dikirim dan sebelum dibuka, sehingga data yang berjalan di antara pengirim dan penerima sifatnya acak.