review1st.com – Strava resmi mengumumkan pembaruan besar pada pengalaman latihan kekuatan atau strength training di platformnya.
Pembaruan ini menghadirkan ekosistem mitra yang lebih luas, log latihan baru, peta otot otomatis, hingga format berbagi pencapaian terbaru untuk mendukung kebutuhan para pengguna yang semakin aktif berlatih angkat beban.
Langkah ini menjadi bagian dari investasi besar Strava dalam memperkuat fitur latihan kekuatan, mengingat aktivitas tersebut menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di platform mereka.
Pada tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 500 juta unggahan aktivitas latihan kekuatan di Strava dari pengguna di seluruh dunia.
Strava Hadirkan Integrasi dengan 14 Mitra Kebugaran
Untuk memperluas pengalaman pengguna, Strava kini menghadirkan integrasi dengan 14 mitra dari ekosistem kebugaran dan latihan kekuatan.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat membawa data latihan dari aplikasi dan perangkat fitness favorit mereka langsung ke Strava secara otomatis.
Beberapa mitra yang mendukung integrasi terbaru Strava antara lain:
- Garmin
- WHOOP
- COROS
- Fitbod
- Hevy
- Amazfit
- 24 Hour Fitness
- Runna
Integrasi ini membuat pencatatan aktivitas latihan kekuatan menjadi lebih praktis tanpa perlu memasukkan data secara manual.
Fitur Peta Otot Otomatis dan Log Latihan Baru
Salah satu fitur unggulan terbaru dari Strava adalah Auto-Filled Muscle Maps atau peta otot otomatis.
Fitur ini akan secara otomatis menampilkan kelompok otot yang dilatih berdasarkan jenis latihan yang dilakukan pengguna. Dengan visualisasi tersebut, pengguna dapat memahami fokus latihan mereka secara lebih detail.
Selain itu, Strava juga menghadirkan Workout Log khusus untuk strength training yang memungkinkan pengguna mencatat:
- Jumlah set
- Repetisi
- Beban angkatan
- Riwayat latihan
Fitur ini membantu pengguna memantau perkembangan latihan kekuatan dari waktu ke waktu dan mempermudah pengulangan program latihan.
Strava Tambahkan Format Baru untuk Berbagi Progres Latihan
Strava juga memperkenalkan lima format baru untuk membagikan pencapaian latihan kekuatan kepada teman, komunitas, dan klub di platform mereka.
Dengan fitur ini, aktivitas gym dan latihan di rumah kini dapat dibagikan dengan pengalaman sosial yang setara seperti aktivitas lari atau bersepeda yang sebelumnya lebih populer di Strava.
Format baru ini dirancang untuk meningkatkan motivasi pengguna sekaligus memperkuat komunitas olahraga berbasis strength training.
Strava Fokus Dukung Gaya Hidup Sehat dan Pencegahan Cedera
Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, mengatakan bahwa pertumbuhan aktivitas latihan kekuatan didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, umur panjang, dan pencegahan cedera.
Menurutnya, pengguna membutuhkan alat yang mampu mendukung latihan kekuatan secara lebih lengkap, mulai dari pencatatan hingga berbagi progres latihan.
Strava ingin menghadirkan pengalaman strength training yang sama mendalamnya dengan fitur yang selama ini populer pada aktivitas lari dan bersepeda.
WHOOP dan Hevy Dukung Pengembangan Fitur Latihan Kekuatan Strava
Chief Product Officer WHOOP, Ed Baker, menyebut integrasi antara WHOOP dan Strava membantu pengguna memahami hubungan antara kekuatan, daya tahan, dan pemulihan tubuh secara lebih menyeluruh.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Hevy, Guillem Ros, mengatakan bahwa kemitraan dengan Strava menjadi langkah penting dalam menghadirkan pengalaman latihan kekuatan yang lebih baik dan mudah diakses pengguna global.
Fitur Baru Strava Akan Diluncurkan Secara Global
Strava memastikan pengalaman latihan kekuatan terbaru ini akan mulai diluncurkan secara global kepada seluruh pengguna dalam beberapa pekan mendatang.
Dengan pembaruan ini, Strava semakin memperkuat posisinya sebagai platform gaya hidup aktif yang tidak hanya fokus pada lari dan bersepeda, tetapi juga mendukung kebutuhan latihan kekuatan dan kebugaran modern.








