Berita  

Garmin Indonesia Ajak Masyarakat “Time to Reset” Lewat Detoks Digital

review1st.com – Di tengah ritme kehidupan urban yang semakin cepat dan derasnya arus informasi digital, Garmin Indonesia menggelar acara buka puasa bersama media bertajuk “Time to Reset”.

Melalui momentum Ramadan, perusahaan teknologi wearable ini mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai kesempatan untuk menata ulang kebiasaan serta membangun pola hidup lebih seimbang dan berkelanjutan.

Kampanye ini sejalan dengan tren Wellness 2026, di mana kesehatan tidak lagi sekadar dimaknai sebagai bebas penyakit fisik, tetapi mencakup keseimbangan mental (mindfulness), digital wellbeing, serta kepedulian terhadap lingkungan (eco-conscious living).

Tren Wellness 2026: Kesehatan Mental, Digital Wellbeing, dan Keberlanjutan

Berdasarkan laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, terjadi pergeseran prioritas terutama di kalangan generasi muda. Konsep wellness kini bertumpu pada empat pilar utama:

  1. Nutrisi sehat dan seimbang
  2. Aktivitas fisik rutin
  3. Kesehatan mental dan mindfulness
  4. Hubungan sosial yang berkualitas
Garmin Indonesia Ajak Masyarakat “Time to Reset” Lewat Detoks Digital

Selain itu, praktik detoks digital semakin populer. Masyarakat mulai mengelola waktu layar (screen time), membatasi notifikasi, dan mengambil jeda dari media sosial guna mengurangi stres akibat konektivitas berlebihan.

Menurut Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Ramadan menjadi momen ideal untuk melakukan reset menyeluruh.

“Ramadan adalah momen terbaik untuk menekan tombol ‘pause’ dan melakukan reset, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan.

Kami ingin teknologi membantu pengguna lebih hadir di momen nyata—memantau stres dengan bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam.”

Ramadan sebagai Momentum Detoks Digital dan Self-Healing

Dalam kampanye “Time to Reset”, Garmin mendorong masyarakat memanfaatkan Ramadan untuk:

  • Mengurangi distraksi digital
  • Memperbaiki kualitas tidur
  • Melatih kesadaran diri
  • Mengelola stres secara lebih sehat

Teknologi wearable berperan sebagai alat bantu untuk memahami kondisi tubuh secara komprehensif. Beberapa fitur yang relevan untuk mendukung gaya hidup sehat selama Ramadan antara lain:

  • Advanced Sleep Monitoring untuk memantau kualitas tidur
  • Body Battery™ untuk mengetahui tingkat energi tubuh
  • Breathwork & stress tracking untuk membantu relaksasi dan manajemen stres
BACA JUGA
Indonesia AI Day for Supply Chain: Indosat Ungkap Strategi AI

Dengan data yang akurat, pengguna dapat membuat keputusan gaya hidup yang lebih bijak dan terukur.

Wellness Tourism 2026: Liburan untuk Reset Tubuh dan Pikiran

Selain detoks digital, Garmin juga menyoroti meningkatnya tren wellness tourism yang diprediksi semakin populer di 2026. Wisata kebugaran kini menjadi kebutuhan, bukan sekadar tren.

Masyarakat semakin tertarik pada destinasi yang menawarkan:

  • Program yoga dan meditasi
  • Retreat mindfulness
  • Perawatan spa dan relaksasi
  • Aktivitas outdoor yang menyatu dengan alam

Liburan tidak lagi hanya soal rekreasi, tetapi juga pemulihan fisik dan mental dari tekanan kehidupan modern.

Gaya Hidup Sehat Sekaligus Ramah Lingkungan

Kampanye ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari wellness. Garmin mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan sederhana seperti:

  • Berjalan kaki atau bersepeda
  • Mengurangi jejak karbon harian
  • Lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka

Langkah kecil tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan pribadi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan.

“Time to Reset”: Teknologi untuk Hidup Lebih Sadar

Melalui kampanye “Time to Reset”, Garmin Indonesia berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan kesadaran yang lebih utuh—menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, hubungan sosial, dan lingkungan.

Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan memulai perubahan dari kebiasaan kecil, setiap individu dapat membangun kualitas hidup yang lebih sehat, sadar, dan berkelanjutan di era digital.