Berita  

Waspada! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Celah Penyalahgunaan Data

review1st.com — Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi semakin meningkat dan tidak selalu berawal dari serangan siber berskala besar.

Banyak kasus penyalahgunaan data justru bermula dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, namun membuka celah serius bagi kejahatan digital.

Data pribadi yang bocor rentan dimanfaatkan untuk berbagai modus, seperti pendaftaran pinjaman online tanpa izin, hingga pengurasan saldo rekening bank secara tiba-tiba.

Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, bahwa perlindungan data harus dimulai dari kesadaran individu.

VIDA Luncurkan Kampanye #VIDAJagaKalian untuk Edukasi Perlindungan Data

Menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik #VIDAJagaKalian, sebuah kampanye edukatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga data pribadi melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Waspada! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Celah Penyalahgunaan Data

Kampanye ini tidak hanya menyampaikan edukasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku berkelanjutan agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko penyalahgunaan data.

“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga kelalaian individu. Kebiasaan sederhana yang tidak disadari dapat membuka peluang penyalahgunaan data.

Melalui #VIDAJagaKalian, kami ingin membangun kesadaran kolektif agar data pribadi senantiasa terlindungi,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

“Tukang Gorengan Jadi Tahu”: Edukasi Data Pribadi Lewat Pendekatan Membumi

Sebagai bagian dari kampanye, VIDA menghadirkan kolaborasi unik bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”. Inisiatif ini menggunakan penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat untuk menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi sebagai pembungkus makanan.

Praktik seperti memanfaatkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, atau dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus gorengan sering dianggap sepele.

BACA JUGA
HUAWEI FreeClip 2 Resmi Hadir dengan Desain C-Bridge Inovatif

Padahal, dokumen tersebut berpotensi disalahgunakan jika jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab.

Aktivasi #VIDAJagaKalian di MRT Dukuh Atas

Masyarakat dapat mengikuti rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian yang berlangsung di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat:

  • Menikmati gorengan gratis khas Indonesia
  • Mengikuti pengalaman edukatif interaktif tentang perlindungan data pribadi
  • Mengenal lebih dekat solusi VIDA dalam menjaga identitas digital dari penipuan

“Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Pendekatan membumi ini kami harapkan mampu mendorong kebiasaan baru dalam menjaga data pribadi secara konsisten,” tambah Niki.

VIDA App Hadirkan DocsVault dan SecureShare untuk Keamanan Data Pribadi

Selain edukasi publik, kampanye #VIDAJagaKalian juga memperkenalkan dua fitur utama di VIDA App, yaitu DocsVault dan SecureShare, sebagai solusi perlindungan data pribadi yang praktis dan aman.

DocsVault

DocsVault memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi dengan pengamanan biometrik wajah, sehingga hanya pemilik dokumen yang dapat mengaksesnya.

SecureShare

SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman dengan kontrol penuh, mulai dari:

  • Pengaturan durasi akses
  • Pembatasan jumlah pembukaan
  • Jejak penggunaan dokumen secara real-time
  • Opsi pencabutan akses kapan saja

Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA, menjelaskan bahwa solusi ini dirancang agar identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya, meskipun dokumen telah dibagikan untuk keperluan administrasi.

BACA JUGA
NEXTHOME by MODENA Hadir di Senayan City

Komitmen VIDA Lawan Penipuan Digital

Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh, tidak hanya lewat edukasi publik, tetapi juga dengan menghadirkan teknologi perlindungan identitas digital yang membantu masyarakat dan pelaku usaha beraktivitas lebih aman di ruang digital.