Berita  

Jobstreet by SEEK Bagikan 5 Langkah Strategis

review1st.com — Memaknai bulan Kemerdekaan Indonesia tidak hanya tentang mengibarkan bendera atau mengikuti berbagai perlombaan. Bagi talenta Indonesia, kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kebebasan untuk menentukan nilai profesional, memilih pekerjaan yang sesuai, dan mendapatkan kompensasi yang adil.

Di tengah persaingan pasar kerja, pencari kerja masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tawaran gaji di bawah standar industri, ketimpangan kompensasi, hingga proses rekrutmen panjang yang menghabiskan waktu dan energi.

Tidak jarang kandidat harus mengikuti empat hingga lima tahap wawancara, mengerjakan studi kasus, dan menghabiskan banyak waktu dalam proses seleksi sebelum akhirnya mengetahui bahwa gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Karena itu, pencari kerja perlu memiliki strategi yang tepat agar dapat mengambil kendali atas karier dan negosiasi gaji.

Sebagai platform ketenagakerjaan di Indonesia, Jobstreet by SEEK membagikan lima langkah strategis yang dapat dilakukan pencari kerja untuk meningkatkan daya tawar dan mendapatkan kompensasi yang lebih sesuai dengan nilai profesional mereka.

1. Pahami Standar Gaji dan Benchmark Pasar

    Salah satu penyebab negosiasi gaji tidak optimal adalah kurangnya informasi mengenai standar kompensasi di pasar kerja.

    Mengandalkan informasi dari teman, media sosial, atau forum anonim dapat menghasilkan angka yang kurang akurat. Karena itu, pencari kerja sebaiknya mencari data gaji berdasarkan posisi, pengalaman, industri, dan lokasi sebelum memasuki proses rekrutmen.

    Memahami salary benchmark membantu kandidat mengetahui apakah tawaran yang diberikan perusahaan berada pada kisaran yang wajar.

    Sebelum mengikuti wawancara, calon karyawan juga perlu menentukan rentang gaji yang realistis sesuai dengan pengalaman, keterampilan, tanggung jawab posisi, serta kondisi pasar kerja.

    2. Hindari Proses Rekrutmen yang Tidak Sesuai Ekspektasi

      Proses rekrutmen yang panjang dapat menjadi persoalan tersendiri bagi pencari kerja. Kandidat mungkin harus menjalani beberapa tahap wawancara, mengerjakan case study, hingga mengikuti berbagai asesmen sebelum sampai pada tahap pembahasan kompensasi.

      Jika pada akhirnya tawaran gaji tidak sesuai dengan kebutuhan atau ekspektasi, waktu dan energi yang sudah dikeluarkan menjadi tidak optimal. Kondisi ini dikenal sebagai wasted interview cycle.

      Memiliki informasi gaji sejak awal dapat membantu pencari kerja melakukan self-screening terhadap lowongan yang tersedia.

      Jika perusahaan membuka pembahasan mengenai kisaran gaji sejak tahap awal, kandidat dapat menentukan apakah posisi tersebut sesuai dengan batas minimum kompensasi yang telah ditetapkan.

      3. Dorong Transparansi untuk Mengurangi Ketimpangan Gaji

        Ketimpangan gaji masih menjadi salah satu tantangan dalam dunia kerja. Kandidat dengan kualifikasi dan tanggung jawab yang relatif sebanding dapat memperoleh tawaran berbeda karena berbagai faktor, termasuk latar belakang dan riwayat kompensasi sebelumnya.

        Salah satu cara untuk mengurangi persoalan tersebut adalah meningkatkan transparansi gaji.

        Ketersediaan informasi mengenai standar kompensasi dapat membantu perusahaan maupun kandidat memiliki acuan yang lebih objektif. Dengan demikian, pembahasan gaji dapat lebih berfokus pada kompetensi, pengalaman, tanggung jawab, dan nilai yang dibawa kandidat ke perusahaan.

        Transparansi juga membantu pencari kerja memahami nilai profesional mereka sebelum menentukan ekspektasi gaji.

        4. Manfaatkan Fitur Jelajah Gaji Jobstreet

          Mencari informasi mengenai standar gaji kini dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Fitur Jelajah Gaji (Salary Exploration Tool) Jobstreet by SEEK.

          Fitur ini menyediakan informasi kompensasi untuk berbagai posisi, industri, dan lokasi di Indonesia. Pencari kerja maupun profesional dapat menggunakannya sebagai salah satu referensi untuk memahami kondisi pasar kerja.

          Melalui fitur tersebut, pengguna dapat:

          • Mengeksplorasi rata-rata gaji bulanan dan tahunan berdasarkan posisi dan industri.
          • Melihat pengaruh tingkat pengalaman terhadap rentang gaji.
          • Membandingkan standar kompensasi berdasarkan lokasi.
          • Mengidentifikasi tren pekerjaan dengan pertumbuhan kompensasi yang menarik.
          • Menggunakan informasi gaji sebagai pertimbangan dalam perencanaan karier jangka panjang.

          Dengan memiliki data yang lebih jelas, kandidat dapat memasuki proses rekrutmen dengan pemahaman yang lebih baik mengenai nilai pasar dari posisi yang dituju.

          5. Jadikan Data sebagai Dasar Negosiasi Gaji

            Pertanyaan “Berapa ekspektasi gaji Anda?” sering menjadi salah satu bagian paling menantang dalam proses wawancara kerja.

            Tanpa persiapan, kandidat bisa saja menyebutkan angka terlalu rendah karena khawatir kehilangan kesempatan kerja. Sebaliknya, angka yang terlalu tinggi tanpa didukung alasan yang kuat juga dapat menyulitkan proses negosiasi.

            Karena itu, gunakan data gaji sebagai dasar negosiasi.

            Alih-alih memberikan angka secara spekulatif, kandidat dapat menjelaskan ekspektasi berdasarkan standar pasar, posisi, industri, pengalaman, dan kompetensi yang dimiliki.

            Contohnya:

            “Berdasarkan standar kompensasi untuk posisi tersebut di industri terkait dan dengan mempertimbangkan pengalaman saya, rentang gaji di pasar berada pada kisaran RpA hingga RpB. Oleh karena itu, ekspektasi saya berada di kisaran tersebut.”

            Pendekatan berbasis data membuat pembicaraan kompensasi menjadi lebih objektif sekaligus menunjukkan bahwa kandidat memahami nilai profesionalnya.

            Kemerdekaan Finansial Dimulai dari Negosiasi Gaji yang Tepat

            Kemerdekaan dalam dunia kerja tidak hanya berarti memiliki pekerjaan, tetapi juga memiliki kebebasan untuk memilih peran yang menghargai kompetensi, pengalaman, dan kontribusi secara adil.

            Pencari kerja tidak perlu memasuki proses negosiasi dengan hanya mengandalkan keberanian. Data mengenai standar gaji, kondisi industri, pengalaman, dan lokasi dapat menjadi fondasi penting untuk menentukan ekspektasi yang realistis.

            Dengan memahami benchmark gaji, menghindari proses rekrutmen yang tidak sesuai ekspektasi, mendorong transparansi, memanfaatkan fitur Jelajah Gaji Jobstreet, serta menggunakan data dalam negosiasi, kandidat dapat meningkatkan daya tawar dan membuat keputusan karier dengan lebih percaya diri.

            Jangan biarkan minimnya informasi membuat kerja keras dan kompetensi dihargai di bawah standar. Kenali nilai pasar, siapkan strategi negosiasi, dan ambil kendali atas perjalanan karier Anda.