iPhone Mirip POCO? Sebuah Plot Twist di Dunia Gadget

iPhone Mirip POCO? Sebuah Plot Twist di Dunia Gadget

review1st.com – Bayangkan skenario ini: Apple, perusahaan triliunan dolar yang sering dianggap sebagai “kiblat” desain dunia, tiba-tiba merilis iPhone 17 Pro Max dengan modul kamera yang bikin kita garuk-garuk kepala.

Kenapa? Karena desain itu terasa sangat familiar. Begitu kita buka laci meja dan mengambil HP POCO rilisan dua tahun lalu, barulah kita sadar: “Lho, ini kan desain yang sama?”

Apakah ini pertanda kiamat bagi tim kreatif Cupertino? Apakah sekarang giliran Apple yang “terinspirasi” dari vendor yang sering diejek karena desainnya yang nyeleneh?

Kalau iPhone benar-benar meniru POCO, apakah kita masih bisa menyebutnya “inovatif”? Atau sebenarnya, kita semua terlalu baper soal urusan lubang kamera?

Inovasi Desain: Antara Revolusi dan Sekadar Ganti Baju

Mari jujur-jujuran. Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi desain di industri smartphone sedang mengalami stagnansi estetika. Perubahan desain paling mencolok biasanya hanya berkutat di satu area: Modul Kamera.

Ada yang membuatnya bulat seperti Oreo, kotak di pojok kiri atas, memanjang horizontal mirip kacamata Robocop, hingga ditaruh di tengah dengan bingkai raksasa. Pertanyaannya: Penting banget ya?

1. Estetika vs. Fungsionalitas

Secara teknis, penempatan kamera lebih banyak dipengaruhi oleh tata letak komponen internal (seperti baterai dan motherboard) daripada sekadar gaya-gayaan. Namun, bagi tim marketing, modul kamera adalah “wajah” baru sebuah ponsel. Tanpa perubahan di sektor ini, konsumen mungkin tidak akan sadar kalau mereka sedang memegang seri terbaru.

BACA JUGA
Telkomsel Gelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 di 4 Kota

2. Jebakan “Look-Alike”

Ketika Apple (atau brand besar lainnya) mengadopsi bentuk yang mirip dengan brand yang sudah ada, batas antara inovasi dan replikasi menjadi sangat tipis. Jika iPhone 17 nanti benar-benar mirip POCO, ini membuktikan bahwa tren desain itu berputar. Sesuatu yang dulu dianggap “murah” atau “aneh” di brand menengah, bisa jadi “mewah” saat diberi logo apel kroak.

Sekeren Apa Sih “Inovasi” Cuma di Bagian Kamera?

Kalau dibilang keren, ya… relatif. Tapi kalau dibilang krusial, jawabannya mungkin: Tidak terlalu.

Inovasi desain yang sebenarnya seharusnya menyentuh aspek ergonomi dan pengalaman pengguna, seperti:

  • Bobot yang lebih ringan meskipun sensor kamera makin besar.
  • Material bodi yang lebih tahan banting tapi tetap premium.
  • Integrasi sensor yang lebih mulus tanpa membuat ponsel terlihat seperti “kompor portable”.

Cuma mengubah tata letak lensa dari segitiga jadi vertikal, atau dari kotak jadi bulat, sebenarnya lebih ke arah penyegaran visual (facelift) daripada inovasi teknologi. Ini adalah trik psikologis agar pengguna merasa perlu upgrade demi status sosial, bukan karena fungsi yang berubah drastis.

Jiplak atau Kebetulan?

Dunia desain industri itu sempit. Dengan ruang terbatas di punggung ponsel, wajar jika satu brand akhirnya punya kemiripan dengan brand lain. Namun, jika Apple benar-benar “meminjam” estetika POCO, ini adalah tamparan sekaligus pujian bagi POCO—bahwa desain mereka ternyata melampaui zamannya (atau Apple saja yang sedang kehabisan ide).

BACA JUGA
OPPO Reno15 Series Hadirkan AI Motion Photo dengan Teknologi Border Stitching

Pada akhirnya, yang penting buat kita sebagai pengguna bukan cuma letak kameranya, tapi hasil fotonya. Mau bentuknya mirip lubang kancing atau mata kucing, kalau hasil jepretannya masih buram, ya tetap saja bukan inovasi.