review1st.com – Dalam acara Galaxy Unpacked 2025 yang digelar 9 Juli lalu, Samsung Electronics secara resmi meluncurkan Galaxy Z Series terbaru dan berbagai perangkat wearable inovatif.
Produk-produk ini menegaskan komitmen Samsung dalam menetapkan standar baru di dunia smartphone lipat (foldable) dan teknologi kesehatan digital yang saling terhubung.
Inovasi ini sejalan dengan misi utama Samsung untuk menghadirkan teknologi berbasis pengguna melalui Galaxy AI dan solusi kesehatan cerdas.
Untuk mendalami visi tersebut, Samsung menyelenggarakan Galaxy Tech Forum 2025 pada 10 Juli di Brooklyn, New York. Forum ini menghadirkan dua sesi panel yang membahas peran AI multimodal dan teknologi kesehatan dalam mendorong masa depan inovasi mobile.
Panel 1: Ambient Intelligence – Masa Depan AI yang Lebih Personal
Samsung Ungkap Visi AI Kontekstual dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dalam sesi panel pertama bertajuk “The Next Vision of AI: Ambient Intelligenceâ€, Samsung dan para pemimpin industri menjelaskan bagaimana AI multimodal mampu membentuk pengalaman pengguna yang lebih intuitif, prediktif, dan aman.

Jisun Park, Corporate Executive VP Samsung Electronics, mengungkap bahwa sejak peluncuran Galaxy S25, lebih dari 70% pengguna telah memanfaatkan fitur Galaxy AI. Samsung menargetkan Galaxy AI hadir di 400 juta perangkat pada akhir 2025.
“Kami membangun masa depan di mana perangkat tak hanya merespons, tetapi juga mengantisipasi dan memahami pengguna, menjadikan AI bagian alami dari hidup mereka,†ujar Park.
Kolaborasi Lintas Industri: Samsung, Google, dan Qualcomm

Panel juga diisi oleh tokoh dari Google dan Qualcomm. Mindy Brooks dari Google menyoroti integrasi Gemini AI dalam perangkat Samsung yang kini dapat merespons teks, suara, dan visual secara menyatu.

Dr. Vinesh Sukumar dari Qualcomm menekankan pentingnya privasi, performa, dan personalisasi dalam pengembangan AI on-device. Ia menyatakan bahwa kolaborasi erat antara hardware dan platform menjadi kunci keamanan dan efisiensi data pengguna.
“Privasi dan kontrol pengguna adalah fondasi utama dari pengalaman AI masa depan,†tambah Sukumar.
Panel 2: Transformasi Kesehatan Digital dengan AI dan Wearable
Samsung dan Xealth Hadirkan Layanan Kesehatan Terhubung

Panel kedua bertajuk “The Next Chapter of Health: Scaling Prevention and Connected Care†membahas konvergensi antara teknologi wearable, data klinis, dan AI.
Fokusnya adalah bagaimana Samsung Health, melalui akuisisi terhadap Xealth, mampu menyatukan data kesehatan dari rumah ke sistem klinis.

“Ponsel dan perangkat wearable akan menggantikan alat kesehatan tradisional melalui pemantauan yang lebih praktis dan terintegrasi,†jelas Mike McSherry, CEO Xealth.
Membangun Ekosistem Kesehatan Cerdas dan Terbuka
Dr. Rasu Shrestha dari Advocate Health menekankan bahwa sistem kesehatan saat ini menghadapi tantangan besar—sehingga kolaborasi antar pelaku industri menjadi sangat penting.

Bersama Samsung dan Xealth, mereka menciptakan ekosistem terbuka yang menghubungkan pasien, rumah sakit, dan teknologi wearable dalam satu platform.
Samsung BioActive Sensor dan integrasi dengan SmartThings memungkinkan pemantauan kesehatan jarak jauh langsung dari rumah, mendukung transisi dari perawatan di rumah sakit ke care-at-home berbasis AI.
Kesimpulan: AI dan Kesehatan Digital Butuh Kolaborasi Global
Melalui Galaxy Tech Forum 2025, Samsung menegaskan bahwa masa depan teknologi mobile adalah terintegrasi, personal, dan proaktif.
Mulai dari ambient intelligence, AI on-device, hingga ekosistem kesehatan digital, kunci keberhasilan inovasi ini terletak pada kolaborasi lintas industri.
Dengan dukungan fitur keamanan seperti Samsung Knox Matrix, serta integrasi lintas perangkat di ekosistem Galaxy, Samsung membentuk masa depan teknologi yang lebih cerdas, aman, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari.









