review1st.com – Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan berkolaborasi menghadirkan ekosistem AI for Education yang inklusif untuk meningkatkan kemampuan numerasi guru dan siswa di Bali.
Kolaborasi ini memadukan penguatan kompetensi guru, pembelajaran matematika berbasis permainan, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi digital di bidang pendidikan.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM, pendidikan, sains, dan teknologi.
AI for Education Dorong Pembelajaran Matematika yang Lebih Menyenangkan
Kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan berhitung. Numerasi merupakan fondasi penting untuk berpikir logis, memahami informasi, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pengembangan kemampuan numerasi perlu dilakukan melalui metode pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepercayaan diri siswa.
Melalui kolaborasi di Bali, ekosistem AI for Education dikembangkan dengan menempatkan guru sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran.
Teknologi AI digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung pendidik dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kemampuan masing-masing siswa.
Kolaborasi Telkomsel dan Gasing Academy Perkuat Kompetensi Guru
Ekosistem pembelajaran diawali dengan peningkatan kompetensi guru melalui Gasing Academy yang menerapkan metode GASING atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan.
Metode ini dirancang untuk membantu guru menyampaikan konsep matematika secara sederhana, bertahap, dan mudah dipahami.
Dengan pendekatan tersebut, guru diharapkan semakin percaya diri dalam mengajarkan matematika sekaligus mampu menciptakan suasana belajar yang tidak membuat siswa takut mencoba.
Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, mengatakan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk belajar apabila mendapatkan kesempatan dan metode pembelajaran yang tepat.
“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan.
Ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, di situlah proses belajar mulai membawa perubahan.”
Sacred Octagon Hadirkan Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan
Selain meningkatkan kompetensi guru, pembelajaran siswa diperkuat melalui Sacred Octagon, sebuah platform pembelajaran berbasis permainan yang didukung teknologi AI.
Platform ini dirancang untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif dan bertahap. Pendekatan berbasis permainan diharapkan dapat membuat proses belajar terasa lebih menarik sehingga siswa terdorong untuk terus mencoba dan mengembangkan kemampuan numerasinya.
Pada kegiatan di Bali, guru dan siswa berkesempatan menyaksikan sekaligus mencoba pembelajaran menggunakan Sacred Octagon dan pendekatan GASING.
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk memahami kebutuhan sekolah dan pengguna di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap.
SkulPintar Dukung Pembelajaran dan Asesmen Berbasis Data
Ekosistem AI for Education di Bali juga diperkuat dengan SkulPintar yang disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran dan asesmen.
Pelaksanaan program dirancang agar dapat dipantau menggunakan data. Dengan demikian, hasil implementasi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui efektivitas program serta melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan membantu memastikan teknologi pendidikan yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan sekolah, guru, siswa, dan keluarga.
Telkomsel Dorong Ekosistem Pendidikan Digital yang Inklusif
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan bahwa numerasi merupakan kemampuan fundamental yang berperan penting dalam membentuk cara berpikir dan kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan.
Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil.
Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar.”
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga sinergi antara pemerintah, perusahaan teknologi, pendidik, siswa, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Pemprov Bali Dukung Penguatan SDM dan Numerasi
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa penguatan kemampuan numerasi menjadi bagian penting dalam membangun SDM Bali yang unggul.
“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman.”
Wayan Koster juga mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya dalam menghadirkan program pembelajaran matematika tersebut di Bali.
Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapan untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di berbagai wilayah Bali.
Guru Tetap Menjadi Pusat Pembelajaran di Era AI
Penerapan AI dalam pendidikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi digunakan sebagai alat bantu agar pendidik dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan sesuai dengan kemampuan siswa.
Dalam konsep AI for Education, guru tetap memegang peranan penting dalam memberikan tuntunan, membangun empati, memahami karakter siswa, serta menentukan pendekatan pembelajaran yang paling tepat.
Dengan kombinasi antara kompetensi guru, metode pembelajaran yang menyenangkan, teknologi AI, dan pemanfaatan data, ekosistem pendidikan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar matematika yang lebih inklusif dan efektif.
Telkomsel Perluas Akses Pembelajaran Numerasi Digital
Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Inisiatif tersebut bertujuan memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.
Dalam kolaborasi di Bali, dukungan tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi guru, pembelajaran siswa, serta evaluasi program secara bertahap.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, AI for Education di Bali diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif sekaligus membantu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan numerasi, percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.






