Berita  

Ant International Dorong Re-globalisasi Inklusif Melalui Teknologi AI

review1st.com – Ant International menyerukan inisiatif re-globalisasi yang inklusif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas digital untuk membuka akses pasar global bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Ant International, Peng Yang, dalam panel bertajuk “Investing in AI for an Inclusive Digital Future” pada ajang World Investment Forum 2026 yang diselenggarakan oleh United Nations Trade and Development (UNCTAD) di Jakarta pada 29 Oktober 2026.

“Globalisasi 1.0 sebagian besar memberikan manfaat bagi perusahaan besar, sementara banyak UMKM hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berpartisipasi dalam perekonomian global. Inklusi sangat penting bagi re-globalisasi, dan AI akan mempercepatnya dengan membuka akses yang setara terhadap peluang,” ujar Peng Yang.

Kesenjangan Adopsi AI dan Keterbatasan Globalisasi 1.0

Globalisasi era sebelumnya memusatkan kekuatan pada korporasi besar karena UMKM terkendala efisiensi teknologi, talenta, dan modal kerja. Merujuk pada data World Trade Report 2024 dari WTO, hanya 8% perusahaan kecil dan 15% perusahaan menengah yang melakukan ekspor secara langsung, berbanding jauh dengan 30% pada kategori perusahaan besar.

Kondisi tersebut diperparah oleh jurang adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan. Berdasarkan riset OECD tahun 2025, sebanyak 52% perusahaan skala besar telah mengadopsi AI, sedangkan penyerapan di tingkat perusahaan kecil baru menyentuh angka 17,4%.

Dampak Inovasi AI terhadap Pertumbuhan Transaksi UMKM

Penerapan solusi berbasis AI yang komprehensif (full-stack AI-native) terbukti mendorong performa perdagangan internasional pedagang kecil. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Ant International telah menjangkau lebih dari 1 juta pedagang kecil baru yang tersebar di 54 pasar baru secara global.

BACA JUGA  Trafik Internet Jogja–Solo Tumbuh 17%, XLSMART Perluas Jaringan 5G Blanket Coverage

“Ketika kami menawarkan solusi berbasis AI yang komprehensif dan terintegrasi kepada mereka, volume transaksi lintas negara UMKM di seluruh lini bisnis kami tumbuh sekitar 50% setiap tahun, atau 10 kali lipat dari tingkat pertumbuhan total volume perdagangan global,” jelas Peng Yang.

Saat ini, Ant International memproses rata-rata 25 juta transaksi harian lewat ekosistem pembayaran, rekening global, pembiayaan tertanam, serta program digitalisasi. Dari total 150 juta pedagang dalam basis pelanggan globalnya, sebanyak 95% di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Solusi Full-Stack AI-Native dan Digitalisasi Operasional

Ant International meluncurkan rangkaian inovasi teknologi untuk mengatasi hambatan operasional, risiko valuta asing, serta manajemen risiko transaksi yang dihadapi pedagang kecil:

  • Demokratisasi Model Falcon TST FX: Model prediksi AI ini mencatatkan performa state-of-the-art (SOTA) pada metrik MASE dengan tingkat akurasi prediksi konsisten di atas 93%. Solusi ini membantu UMKM memproses transaksi valuta asing dengan biaya lebih efisien dan risiko fluktuasi valas yang minim.
  • WorldFirst Autopilot: Agen AI ini mengintegrasikan penerimaan pembayaran lintas negara, valuta asing, dan pengelolaan modal kerja dalam satu rekening global tanpa memerlukan tim keuangan khusus. WorldFirst kini melayani lebih dari 2 juta UMKM dengan akumulasi volume transaksi melampaui US$500 miliar di lebih dari 210 pasar serta terhubung ke 130 platform e-commerce.
  • Antom Autopilot & SmartDispute: Sistem ini mengotomatiskan proses pendaftaran (onboarding), analisis, dan manajemen risiko. Fitur SmartDispute meningkatkan keberhasilan banding perselisihan transaksi hingga 41,8% (dibandingkan 24,5% tanpa AI), sementara AutoDispute membantu memulihkan rata-rata 18% kerugian akibat chargeback.
  • Pemasaran Alipay+: Ekosistem pembayaran digital ini menghubungkan 50 dompet digital dengan 150 juta pedagang. Implementasi promosi Alipay+ berbasis AI terbukti meningkatkan Total Payment Volume (TPV) sebesar 66% di Siam Square Bangkok, 120% di Gaya Street Malaysia, serta 137% pada produk perawatan kulit lokal di Bali, Indonesia.
BACA JUGA  Kejutan Akhir Pekan HONOR: Promo Cashback dan Bonus Eksklusif HONOR X7d

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keamanan AI

Guna menjamin keamanan penggunaan agen AI finansial, Ant International memperkuat kolaborasi bersama regulator dan pelaku industri. Di Singapura, perusahaan bekerja sama dengan Infocomm Media Development Authority untuk privacy-enhancing technologies serta berpartisipasi dalam inisiatif BuildFin.ai besutan Monetary Authority of Singapore.

Ant International juga menjalin kemitraan dengan Visa dan Mastercard untuk interoperabilitas standar Know Your Agent (KYA). Selain itu, diluncurkan pula solusi Antom AgentSafePay yang memverifikasi niat transaksi secara real-time sekaligus memberikan jaminan dana dari risiko kesalahan interpretasi maupun serangan malicious prompt injection.

  • FAQ (Frequently Asked Questions):
    • Apa itu peran AI dalam re-globalisasi menurut Ant International? AI berperan membuka akses yang setara bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional melalui otomatisasi operasional dan efisiensi transaksi finansial.
    • Berapa pertumbuhan transaksi lintas negara UMKM pengguna AI Ant International? Volume transaksi lintas negara UMKM yang memanfaatkan solusi berbasis AI Ant International tumbuh sekitar 50% setiap tahun, atau 10 kali lipat dari laju pertumbuhan perdagangan global.
    • Bagaimana Antom AgentSafePay melindungi transaksi agen AI? Solusi ini memverifikasi niat pembelian secara real-time dan memberikan jaminan proteksi dana atas risiko kesalahan interpretasi transaksi maupun serangan perintah berbahaya (prompt injection).