review1st.com — Synology menyoroti kesiapan infrastruktur data dan keamanan siber di Indonesia seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan mengumumkan portofolio penyimpanan data, strategi pencadangan, dan sistem pengawasan cerdas pada ajang Synology Press Event 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu, menegaskan penerapan AI butuh dukungan sistem yang tangguh. “Penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan,” ujar Clara.
Modernisasi Infrastruktur Penyimpanan Data AI
Survei internal Synology mencatat hampir 88% responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat peningkatan volume data AI dan duplikasi data.

Perusahaan lantas meluncurkan perangkat penyimpanan NVMe PAS7700 untuk beban kerja kritis enterprise. Synology turut memperbarui seri FS dan RS untuk kebutuhan penyimpanan berperforma tinggi.
Sistem operasi DSM 7.4 kini membawa fitur Synology Tiering dan reduksi data guna mengoptimalkan kapasitas penyimpanan.
Sales Manager Synology, Joshua Nathanael, menyebut infrastruktur harus tetap mudah dikelola meskipun kebutuhan bisnis makin kompleks. Ke depan, Synology juga tengah mengembangkan teknologi scale-out storage.
| Lini Solusi Synology | Perangkat / Fitur Utama | Target & Fungsi Operasional |
|---|---|---|
| Enterprise Storage | PAS7700 (NVMe), Seri FS & RS | Penyimpanan data kritis dan operasional berperforma tinggi |
| Optimasi DSM 7.4 | Synology Tiering & Reduksi Data | Pengelolaan penempatan data otomatis dan efisiensi duplikasi |
| ActiveProtect | DP5200 (1U) & Manager 2.0 | Backup khusus, immutable backup, isolasi Nutanix AHV/Proxmox VE |
| Pengawasan AI | DVA7400 & Hybrid Surveillance | Deteksi objek, pencarian video cerdas, dan integrasi cloud |
Strategi Ketahanan Siber dan Backup Terpisah
Survei Synology menunjukkan hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang yakin dapat memulihkan operasional secara cepat setelah serangan ransomware.
Menjawab tantangan tersebut, Synology memperkenalkan ActiveProtect sebagai perangkat pemulihan terpisah dari sistem produksi utama. Perangkat ini menerapkan strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, serta air-gap.
ActiveProtect Manager 2.0 memperluas dukungan virtualisasi ke Nutanix AHV dan Proxmox VE. Synology juga merilis ActiveProtect DP5200 berukuran ringkas 1U untuk kantor cabang.
“ActiveProtect menggabungkan immutable backup, isolasi, dan pengelolaan pemulihan terpusat dalam satu perangkat khusus,” kata Joshua.
AI On-Premises untuk Produktivitas dan Pengawasan Fisik
Survei Synology menemukan lebih dari 80% perusahaan di Indonesia masih menghabiskan minimal dua jam setiap minggu untuk mengolah dokumen tanpa bantuan AI.
Melalui Synology Office Suite, Synology ChatPlus, dan Meet, pemrosesan AI dijalankan secara on-premises agar kendali data sensitif tetap berada di tangan perusahaan.
Pada sektor pengawasan fisik, Synology menghadirkan perangkat DVA7400 berbasis AI. Perangkat ini memungkinkan tim keamanan melakukan pencarian rekaman video secara cerdas tanpa harus meninjau ulang secara manual. Pengoperasian ini dikombinasikan dengan sistem hybrid surveillance untuk fleksibilitas skala besar.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Berapa persen perusahaan Indonesia yang khawatir akan inefisiensi penyimpanan data AI? Hampir 88% responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat lonjakan volume data AI dan duplikasi data.
Apa keunggulan utama perangkat backup Synology ActiveProtect DP5200? ActiveProtect DP5200 hadir dengan bentuk ringkas 1U yang memusatkan immutable backup dan isolasi pemulihan terpisah dari sistem utama.
Bagaimana Synology menjaga keamanan data perusahaan saat menggunakan fitur AI? Synology menjalankan kemampuan AI secara on-premises melalui Synology Office Suite agar perusahaan mempertahankan kendali dan kebijakan akses data internal.




