review1st.com – Signify menegaskan bahwa pengembangan connected home di kawasan Asia berfokus pada gaya hidup masyarakat ketimbang sekadar konektivitas teknologi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Chief Executive Officer Signify As Tempelman dan Executive Vice President Consumer Business Emerging Markets Chandra Vaidyanathan dalam diskusi panel bertajuk “Asia’s Changing Lifestyles and the Connected Home” di Singapura.
Penyelenggaraan diskusi tersebut membahas pergeseran fungsi hunian di Asia Pasifik. Ruang tinggal saat ini berfungsi secara multifungsi sebagai area kerja, tempat belajar, fasilitas hiburan, hingga tempat istirahat keluarga.
Perubahan Gaya Hidup dan Pentingnya Fleksibilitas Pencahayaan
Data Pew Research Center menunjukkan lebih dari 40% masyarakat di Asia Pasifik tinggal bersama keluarga besar. Selain itu, riset Reeracoen dan Rakuten Insight mencatat 72% pekerja di Asia Pasifik memilih sistem kerja hybrid.
Penggunaan ruang compact secara bergantian menuntut adanya sistem pencahayaan yang fleksibel untuk mendukung berbagai aktivitas.
Pencahayaan pintar (smart lighting) menjadi titik awal implementasi smart home yang paling mudah diakses konsumen.
Pengaturan warna dan intensitas cahaya membantu penghuni mengubah suasana ruang kerja di pagi hari menjadi area santai di malam hari.
- Fungsi Ruang Ganda: Rumah di Asia mengakomodasi kebutuhan lintas generasi dalam satu ruangan.
- Adopsi Intuitif: Konsumen memulai pengadopsian teknologi pintar saat momen merenovasi atau berpindah hunian.
- Kebutuhan Pasar: Kebutuhan pengguna berkisar dari integrasi perangkat pintar di Thailand hingga kontrol lampu jarak jauh di Malaysia.
Tren Pasar Smart Lighting dan Implementasi di Indonesia
Pasar smart lighting global diproyeksikan tumbuh dari USD 27,98 miliar pada 2025 menjadi USD 173,21 miliar pada 2034. Di Indonesia, tren pencahayaan bergeser dari sistem konvensional ke pencahayaan pintar seiring meningkatnya popularitas rumah cerdas.
Signify menyediakan ekosistem Philips Smart Lighting yang mencakup produk smart bulb, downlight, light strip, light bar, hingga smart spotlight. Seluruh perangkat dapat dikontrol menggunakan ponsel pintar, sakelar otomatis, perintah suara, atau remote control.
“Philips Smart Lighting telah dirancang agar mudah digunakan, intuitif, dan memahami kebiasaan pengguna. Philips Smart Lighting juga hadir dengan berbagai pilihan produk, mulai dari smart bulb, downlight, light strip, light bar, hingga smart spotlight, untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam,” ujar President Director Signify Commercial Indonesia, Dedy Bagus Pramono.
“Kita sering membicarakan connected home sebagai cerita tentang teknologi. Namun, saya meyakini bahwa connected home adalah cerita tentang manusia serta bagaimana kehidupan dan ekspektasi mereka terhadap rumah terus berkembang,” kata Chief Executive Officer Signify, As Tempelman.
| Kategori Perangkat Philips | Bentuk & Jenis Perangkat | Fungsi Utama Penggunaan |
|---|---|---|
| Pencahayaan Utama | Smart Bulb & Downlight | Penerangan umum ruang kerja, kamar, dan ruang tamu |
| Pencahayaan Aksesori | Light Strip & Light Bar | Pencahayaan dekoratif area hiburan dan meja kerja |
| Pencahayaan Arah | Smart Spotlight | Penyorotan area spesifik atau dekorasi interior |
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa fokus utama Signify dalam mengembangkan konsep connected home di Asia? Signify berfokus pada pemahaman gaya hidup dan kebutuhan harian masyarakat untuk menciptakan inovasi pencahayaan pintar yang intuitif dan mudah digunakan.
Berapa proyeksi nilai pasar smart lighting global pada tahun 2034? Pasar smart lighting global diproyeksikan tumbuh pesat hingga mencapai nilai USD 173,21 miliar pada tahun 2034.
Bagaimana cara mengontrol produk Philips Smart Lighting di rumah? Pengguna dapat mengontrol Philips Smart Lighting melalui aplikasi smartphone, asisten suara (voice assistant), sakelar pintar, serta remote control.








