Perkuat Investasi di Indonesia, VinFast Kejar Target TKDN 80 Persen

review1st.com – Pasar kendaraan listrik di Indonesia tumbuh sangat masif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan wholesales mobil listrik nasional melonjak tajam dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 43.193 unit pada 2024, hingga menembus 103.931 unit pada 2025.

Laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia turut mencatat pangsa pasar EV nasional telah menyumbang 18% dari total penjualan mobil baru. Angka ini melampaui rata-rata ASEAN (17%) serta berada di atas pasar Amerika Serikat menurut riset Ember Energy.

Di tengah lonjakan pasar ini, VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, mengambil langkah strategis dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilar manufaktur utama di Asia Tenggara.

Komitmen Lokalisasi dan Target TKDN VinFast

VinFast tidak sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan (market destination), melainkan pusat manufaktur dan rantai pasok kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Perkuat Investasi di Indonesia, VinFast Kejar Target TKDN 80 Persen

Untuk mendukung pemberdayaan industri dalam negeri, VinFast mematok target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap:

  • 2026: Melampaui 40%
  • 2029: Meningkat hingga 60%
  • 2030: Menembus 80%

Pabrik Subang: Pusat Rantai Pasok Otomotif Nasional

Langkah penyerapan TKDN ini sejalan dengan regulasi pemerintah untuk membangun ekosistem EV dari hulu ke hilir. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya integrasi industri ini.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal,” tegas Agus.

Menjawab tantangan tersebut, VinFast mengucurkan investasi senilai lebih dari US$ 1 miliar secara bertahap. Berikut fakta utama fasilitas produksi VinFast di Subang, Jawa Barat:

  • Luas Lahan: 171 hektare di Subang, Jawa Barat.
  • Kapasitas Produksi: 50.000 unit per tahun pada tahap awal.
  • Fasilitas: Lini produksi terintegrasi (pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, dan pengujian kualitas).
  • Dampak Ekonomi: Menyiapkan kawasan pendukung bagi pemasok dan kontraktor lokal guna menciptakan multiplier effect.

Manfaat Lokalisasi bagi Konsumen Indonesia

Strategi manufaktur lokal ini disiapkan untuk merakit seluruh lini produk VinFast di Indonesia, mulai dari city car VF 3, VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, hingga MPV listrik VF MPV 7.

Penguatan rantai pasok lokal dan target TKDN hingga 80 persen memberikan keuntungan langsung bagi konsumen:

  • Harga Lebih Terjangkau: Efisiensi biaya produksi dan distribusi berpotensi menekan harga jual unit serta suku cadang.
  • Layanan Purnajual Lebih Cepat: Ketersediaan komponen lokal melimpah memangkas waktu tunggu (inden) spare part impor saat perawatan atau perbaikan.
  • Kepastian Jangka Panjang: Menjamin keamanan investasi kendaraan bagi pemilik mobil listrik VinFast di Indonesia.