Berita  

SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight

review1st.com – Tim Labmino dari Universitas Indonesia memperkenalkan RunSight, sebuah prototipe kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang sebagai virtual running guide bagi penyandang disabilitas visual.

Inovasi ini dikembangkan melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) yang diselenggarakan oleh Samsung Electronics. Berkat inovasi tersebut, Tim Labmino terpilih sebagai Global Ambassador SFT dan mendapat pengakuan di tingkat internasional.

RunSight dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual tetap dapat berlari dengan aman dan mandiri melalui panduan suara berbasis teknologi AI.

Samsung Solve for Tomorrow Dorong Inovasi Anak Muda

Melalui program Samsung Solve for Tomorrow, Tim Labmino mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide inovasi secara terstruktur.

SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight

Program ini mencakup berbagai tahapan penting seperti:

  • validasi masalah di lapangan
  • perancangan prototipe teknologi
  • pengujian dampak solusi di masyarakat

Bagi tim mahasiswa asal Universitas Indonesia tersebut, SFT tidak sekadar kompetisi inovasi, tetapi juga ekosistem pembelajaran yang menghubungkan riset akademik dengan solusi teknologi yang aplikatif dan inklusif.

RunSight Dikembangkan dari Pendekatan Empati

Pengembangan RunSight dimulai dari riset berbasis empati terhadap kebutuhan penyandang disabilitas visual.

Pada tahap awal, Tim Labmino mencoba mengembangkan solusi navigasi umum untuk membantu mobilitas sehari-hari.

Namun setelah melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pengguna, mereka menemukan kebutuhan yang lebih spesifik, yaitu tantangan keselamatan saat berlari di lintasan.

Berbeda dengan aktivitas berjalan, olahraga lari memiliki karakteristik unik seperti:

  • kecepatan yang lebih tinggi
  • risiko tabrakan yang lebih besar
  • kebutuhan arahan yang cepat dan akurat

Sebagian besar teknologi navigasi yang ada saat ini lebih berfokus pada mobilitas harian, sehingga belum optimal untuk aktivitas olahraga seperti berlari.

RunSight: Virtual Guide Runner Berbasis AI

Menurut anggota Tim Labmino, Anthony Edbert Feriyanto, tim akhirnya memutuskan untuk melakukan pivot inovasi dan fokus pada teknologi yang mendukung aktivitas lari bagi penyandang disabilitas visual.

“Awalnya kami mengembangkan konsep navigasi umum. Namun kami menyadari bahwa berlari memiliki tantangan yang sangat berbeda, lebih cepat dan dinamis.

Dari situlah kami memutuskan fokus pada track running dan merancang wearable yang ringan serta berbasis kamera RGB agar tetap nyaman digunakan,” jelas Anthony.

Secara teknis, RunSight bekerja sebagai virtual guide runner dengan kemampuan:

  • menangkap video dari lingkungan sekitar
  • mendeteksi garis lintasan lari
  • mengenali objek atau hambatan di depan pengguna

Teknologi AI di dalam perangkat kemudian memproses data tersebut secara real-time dan memberikan instruksi suara agar pengguna tetap berada di jalur yang aman saat berlari.

Tantangan Mengembangkan AI Real-Time

Dalam proses pengembangannya, Tim Labmino menghadapi berbagai tantangan teknis, terutama dalam menjaga akurasi AI di kondisi lingkungan yang dinamis.

“Tantangan terbesar adalah memastikan model AI tetap akurat ketika kondisi lintasan berubah, sekaligus menjaga sistem tetap ringan agar bisa berjalan secara real-time,” ujar Anthony.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim mengembangkan sistem pipeline multi-model AI yang lebih adaptif dibandingkan pendekatan model tunggal.

Pengujian RunSight Fokus pada Keselamatan Pengguna

Sebelum dipresentasikan di panggung global, prototipe RunSight telah melalui berbagai pengujian keamanan.

Tim Labmino melakukan uji coba dalam berbagai kondisi seperti:

  • perbedaan pencahayaan
  • variasi lintasan lari
  • kepadatan orang di sekitar pengguna

Logika sistem juga dirancang dengan prinsip safety-first, menggunakan teknologi seperti:

  • threshold detection
  • frame smoothing
  • aturan respons konservatif

Pendekatan ini bertujuan agar perangkat tidak memberikan instruksi yang terlalu mendadak atau membingungkan bagi pengguna.

Samsung Dorong Inovasi Teknologi yang Berdampak

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, mengatakan bahwa perjalanan Tim Labmino mencerminkan semangat program Samsung Solve for Tomorrow.

“Samsung Solve for Tomorrow bukan hanya kompetisi inovasi, tetapi juga upaya membangun pola pikir problem-solver di kalangan generasi muda.

Tim Labmino menunjukkan bahwa ketika empati dipadukan dengan teknologi seperti AI, maka lahirlah solusi yang inklusif dan relevan bagi masyarakat,” ujar Bagus.

RunSight Buka Peluang Inovasi Teknologi Inklusif

Melalui pengakuan global dari Samsung Solve for Tomorrow, Tim Labmino berharap RunSight dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas.

Inovasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya mampu menciptakan teknologi canggih, tetapi juga berani menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sosial di masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis empati dan teknologi AI, RunSight diharapkan dapat membuka akses olahraga yang lebih aman, mandiri, dan inklusif bagi penyandang disabilitas visual.