Berita  

SUSE Luncurkan Cloud Sovereignty Self Assessment Tool

review1st.com – SUSE, pemimpin global dalam perangkat lunak open source enterprise, resmi meluncurkan Cloud Sovereignty Framework Self Assessment Tool untuk membantu perusahaan di Asia Pasifik (APAC) menilai kesiapan mereka menuju Sovereign AI dan kedaulatan digital.

Melalui platform penilaian mandiri berbasis web ini, organisasi dapat mengevaluasi infrastruktur AI berdasarkan EU Cloud Sovereignty Framework 2025, standar yang kini menjadi acuan regulator global dalam mengukur tingkat kemandirian digital suatu organisasi.

Mengapa Kedaulatan Digital dan Sovereign AI Semakin Penting?

Transformasi digital dan adopsi AI mendorong perusahaan untuk kembali mengkaji strategi cloud mereka. Forrester memprediksi pertumbuhan adopsi cloud akan berlipat ganda pada 2026, seiring meningkatnya tuntutan regulasi terkait:

  • Residensi data lokal
  • Kontrol operasional infrastruktur
  • Keamanan rantai pasok
  • Independensi dari vendor tunggal

Tanpa fondasi cloud yang berdaulat, organisasi berisiko menghadapi:

  • Ketergantungan pada yurisdiksi eksternal
  • Risiko “black box” pada model AI
  • Kerentanan keamanan dan rantai pasok
  • Kehilangan kelayakan operasional akibat regulasi baru

SUSE menegaskan bahwa Cloud Sovereignty adalah fondasi utama bagi Sovereign AI, karena model AI hanya dapat benar-benar otonom jika didukung infrastruktur cloud dengan kontrol dan residensi data yang jelas.

Apa Itu SUSE Cloud Sovereignty Framework Self Assessment?

Cloud Sovereignty Self Assessment Tool dari SUSE dirancang untuk menyederhanakan proses evaluasi yang sebelumnya kompleks dan manual.

Keunggulan utama:

  • Proses otomatis berbasis web
  • Waktu penyelesaian sekitar 20 menit
  • Penilaian objektif melalui skor SEAL (Sovereignty Effective Assurance Level)
  • Mengukur kesiapan berdasarkan delapan sovereignty objectives (SOVs)
BACA JUGA
in-Lite Perluas Portofolio ke Pasar Switch dan Socket di 2026

Alat ini memberikan visibilitas awal bagi organisasi di Asia Pasifik dalam menghadapi lanskap regulasi yang terus berkembang.

Benchmark SEAL: Standar Pengukuran Kedaulatan Digital

Salah satu fitur utama adalah SEAL Score, yang memetakan infrastruktur AI ke dalam lima tingkat:

  • SEAL 0 hingga SEAL 4

Benchmark ini membantu perusahaan menyelaraskan diri dengan persyaratan sektor publik dan kontrak global. Misalnya, organisasi dapat mengidentifikasi gap seperti:

“Saat ini kami berada di SEAL-1, sementara kontrak global mengharuskan SEAL-3.”

Dengan demikian, perusahaan memiliki panduan konkret untuk meningkatkan kesiapan kedaulatan digital.

Analisis Risiko dan Fokus Keamanan

Tool ini mengevaluasi delapan tujuan kedaulatan (SOVs), dengan penekanan khusus pada:

  • Keamanan rantai pasok (20%)
  • Otonomi operasional (15%)

Pendekatan ini membantu organisasi memahami risiko kritis dalam strategi AI dan cloud mereka.

Privacy-First dan Aman untuk Organisasi Sensitif

SUSE menerapkan pendekatan privacy-first, di mana hasil penilaian:

  • Disimpan hanya di browser pengguna
  • Tidak dikirim atau disimpan di server eksternal

Model ini sangat relevan bagi organisasi dengan tingkat keamanan tinggi di Asia Pasifik, seperti sektor pemerintahan, finansial, dan infrastruktur kritikal.

Strategic Roadmap untuk Investasi TI Masa Depan

Selain skor SEAL, tool ini juga menghasilkan:

  • Rencana peningkatan strategis
  • Rekomendasi konkret
  • File PDF yang dapat diunduh sebagai panduan roadmap TI

Pendekatan ini mengubah diskusi abstrak tentang kedaulatan digital menjadi strategi implementasi yang terukur.

BACA JUGA
Hadir di AWS Marketplace, VIDA Perluas Layanan Identitas Digital

SUSE Dukung Transformasi Sovereign AI di APAC

Menurut Andreas Prins, Head of Global Sovereign Solutions SUSE, banyak organisasi masih menghadapi masalah “black box” dalam kedaulatan digital, yang menciptakan risiko tersembunyi dalam implementasi AI.

Dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan regulator di kawasan Asia Pasifik terhadap Sovereign AI dan kedaulatan digital, membangun fondasi cloud yang berdaulat sejak dini akan membantu perusahaan tetap kompetitif secara global.

Akses Cloud Sovereignty Self Assessment SUSE

Organisasi di Asia Pasifik kini dapat mengakses SUSE Cloud Sovereignty Framework Self Assessment Tool secara online untuk mengevaluasi kesiapan mereka menuju Sovereign AI dan standar EU Cloud Sovereignty Framework 2025.

Inisiatif ini menegaskan komitmen SUSE dalam membantu perusahaan menjembatani kesenjangan kedaulatan digital serta memperkuat daya saing di era AI yang semakin terregulasi.