Berita  

Lima Startup Lulus Grab Ventures Velocity Batch 8

review1st.com — Grab Indonesia resmi menutup program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui acara Graduation Day, menandai selesainya perjalanan enam bulan lima startup terpilih dalam menghadirkan solusi berkelanjutan di Indonesia.

Program ini menegaskan komitmen Grab dalam mendorong inovasi teknologi hijau, ekonomi sirkular, dan energi terbarukan, khususnya untuk mendukung UMKM.

Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 berfokus pada pengembangan solusi di bidang climate tech, renewable energy, dan circular economy.

Lima startup yang berhasil menyelesaikan program ini adalah CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak, terpilih dari ratusan pendaftar di seluruh Indonesia.

Program Akselerator Grab Ventures Velocity Dorong Startup Berbasis Keberlanjutan

Sejak Agustus 2025, para finalis GVV Batch 8 mengikuti rangkaian program intensif yang mencakup mentorship mendalam bersama praktisi industri, integrasi solusi ke dalam ekosistem Grab melalui pilot project, serta sesi pitching dengan mitra strategis dan investor.

Seluruh rangkaian tersebut mencapai puncaknya pada Graduation Day GVV Batch 8 yang digelar Selasa (13/01) di Jakarta Selatan.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan venture capital, mentor strategis, mitra program, serta alumni founder dari batch Grab Ventures Velocity sebelumnya.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, menyampaikan bahwa inovasi para startup GVV Batch 8 memiliki potensi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami bangga melihat startup-startup ini menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang relevan dan berdampak nyata. Semangat mereka mencerminkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menciptakan perubahan positif,” ujar Neneng.

Pilot Project di Ekosistem Grab Jadi Kunci Scale-Up Startup

Salah satu nilai utama program GVV Batch 8 adalah kesempatan bagi startup untuk mengimplementasikan pilot project langsung di ekosistem Grab.

BACA JUGA
Spek dan Harga Honor X8c: Kelebihan dan Kekurangan

Melalui inisiatif ini, solusi startup dapat diuji dalam skala nyata, memperluas dampak, dan membuka peluang kolaborasi lintas lini bisnis Grab.

Jejakin, startup pengelola jejak karbon, berkolaborasi dengan Grab dan Grab For Business melalui fitur “Sustainability as a Service”.

Arfan Arlanda, CEO & Founder Jejakin, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung, dengan kontribusi pengurangan emisi hingga 733 kg CO? per bulan.

Ekonomi Sirkular dan Dampak Sosial dari Startup GVV Batch 8

Startup Liberty Society memanfaatkan pendampingan GVV untuk memperkuat model bisnis ekonomi sirkular.

Tamara Soerijo, CEO Liberty Society, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Grab memproduksi merchandise hasil upcycling dari jaket Mitra Pengemudi Grab dan minyak jelantah Grab Merchant.

Produk tersebut dijual kembali melalui GrabMart dan berhasil menghemat 208 kg CO?e, sekaligus membuka lapangan kerja bagi perempuan marginal.

Sementara itu, Sirsak mengembangkan pendekatan B2C pengelolaan sampah melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab.

Menurut Angeline Callista, CEO & Co-Founder Sirsak, program donasi Rp1 ini berhasil mendukung pengumpulan 25 ton sampah daur ulang, menyediakan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sampah, serta mencatat 20.000 voucher terpakai dalam dua hari.

Integrasi Teknologi dan Infrastruktur untuk Masa Depan Rendah Karbon

Startup Rekosistem memanfaatkan integrasi API dengan Grab untuk memperluas layanan pengelolaan dan daur ulang sampah.

BACA JUGA
Spek dan Harga Zte nubia Z80 Ultra: Kelebihan dan Kekurangan

Ernest Layman, CEO & Co-Founder Rekosistem, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memudahkan pengguna melakukan setor sampah, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong budaya Pilah–Kemas–Setor di masyarakat.

Di sektor kendaraan listrik, CASION mengembangkan solusi EV charging infrastructure yang relevan dengan kebutuhan mobilitas Indonesia.

Kevin Pudjiadi, CEO & Co-Founder CASION, menyebut bahwa pilot project bersama Grab membantu memvalidasi solusi pengisian daya kendaraan listrik yang terjangkau dan berkelanjutan.

Dukungan Superbank dan Genesis Alternative Ventures Perkuat Ekosistem Startup

GVV Batch 8 didukung oleh Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis utama, menghadirkan kapabilitas di sektor perbankan digital, pembiayaan, dan teknologi.

Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, menegaskan bahwa pendekatan pilot project dalam ekosistem Grab memastikan solusi startup dapat diterapkan secara nyata dan terukur.

Sementara itu, Dr. Jeremy Loh, Managing Partner Genesis Alternative Ventures, menyebut GVV sebagai platform krusial untuk memperkuat masa depan teknologi berkelanjutan di Indonesia.

Grab Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Dukung Ekosistem Digital

Dalam kesempatan yang sama, Grab juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kolaborasi ini mendukung pengembangan ekosistem digital nasional melalui program 1000 Startup Digital, Garuda Spark Hub, serta pemanfaatan teknologi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Grab Ventures Velocity, Fondasi Pertumbuhan Startup Berkelanjutan

Sejak diluncurkan pada 2018, 83% dari total 35 alumni Grab Ventures Velocity tercatat terus bertumbuh dan membangun bisnis berkelanjutan, melampaui rata-rata global program akselerator teknologi.

BACA JUGA
Spek dan Harga Vivo iQOO Z10 Turbo Pro: Kelebihan dan Kekurangan

Dengan kolaborasi lintas sektor dan komitmen jangka panjang terhadap inovasi, Grab Ventures Velocity Batch 8 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem startup Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berorientasi keberlanjutan.