Berita  

Kun-Yong Lee Tampil di Samsung Art Store: Kolaborasi Seni dan Teknologi 4K

review1st.com – Samsung Art Store kembali menghadirkan kejutan bagi para penikmat seni digital. Mulai 2 Juni 2025, 15 karya pilihan seniman kontemporer Korea, Kun-Yong Lee, resmi hadir di platform langganan seni digital ini.

Karya-karya tersebut kini bisa dinikmati melalui berbagai model Samsung Art TV, termasuk The Frame dan QLED, di lebih dari 117 negara.

Untuk merayakan kolaborasi ini, Samsung berbincang langsung dengan Kun-Yong Lee mengenai filosofi kreatifnya, pendekatannya terhadap seni performatif, serta bagaimana teknologi seperti Samsung Art Store bisa memperluas pengalaman seni bagi khalayak luas.

Kun-Yong Lee: Pelopor Seni Avant-Garde Korea

Dikenal luas sebagai salah satu ikon seni kontemporer Korea, Kun-Yong Lee mulai dikenal dunia internasional sejak tahun 1970-an melalui partisipasinya di Paris Biennale ke-8 (1973) dan São Paulo Biennale ke-15 (1979).

Kun-Yong Lee Tampil di Samsung Art Store: Kolaborasi Seni dan Teknologi 4K

Karya-karyanya telah mendapatkan banyak penghargaan bergengsi, termasuk Grand Prize di Lisbon International Show (1979), Penghargaan Seni Lee In-Sung (2007), dan Order of Cultural Merit (2022).

Lewat eksplorasi artistik yang mencakup gambar, lukisan, fotografi, instalasi, hingga seni pertunjukan, Lee fokus pada hubungan antara tubuh, medium, dan penonton.

Filosofi Bodyscape: Tubuh Sebagai Medium Seni

Lee dikenal dengan seri “Bodyscape,” yang berawal dari momen sederhana saat sang putri menggambar garis di dinding secara tidak sengaja. Ia menyadari bahwa gerakan alami tubuh bisa menjadi ekspresi artistik tanpa perlu konsep rasional.

BACA JUGA
vivo Y21d, HP 2 Jutaan #GakHabisHabis Tangguhnya

“Saya membiarkan tubuh saya membentuk karya seni, bukan pikiran saya,” ujar Lee. Ia sering melukis dengan membelakangi kanvas, membiarkan gerakan tangan menciptakan garis-garis yang tak terduga — hasil dari keterbatasan fisik, bukan dari visi yang telah dirancang.

Interaksi dengan Penonton: Esensi Seni Performans

Bagi Lee, kehadiran penonton adalah bagian tak terpisahkan dari karyanya. Dalam seni pertunjukan, interaksi langsung menciptakan pengalaman unik dan autentik. “Ketika penonton mulai bertanya, mereka menjadi bagian dari karya itu sendiri,” jelasnya.

Lee percaya bahwa seni adalah pengalaman kolektif, bukan milik eksklusif seniman. Itulah sebabnya ia terus mencari cara untuk melibatkan publik — termasuk melalui proyek Digital Bodyscape 76-3, yang memungkinkan penonton menciptakan versi digital karyanya.

Karya Favorit: “Bodyscape 76-1”, “76-2”, dan “76-3”

Dari seluruh seri “Bodyscape,” Lee menyebut tiga karya yang paling berkesan:

  • “Bodyscape 76-1”: Dilukis dari belakang kanvas dengan tangan menjulur ke depan.
  • “Bodyscape 76-2”: Dilukis dengan membelakangi kanvas, menciptakan dunia tanpa visualisasi langsung.
  • “Bodyscape 76-3”: Dibuat dengan kedua lengan secara bergantian, tanpa titik referensi, hingga membentuk lengkungan menyerupai hati — sebuah bentuk yang muncul secara alami.

Samsung Art Store: Menyatukan Seni Tradisional dan Digital

Kun-Yong Lee memuji Samsung Art Store karena mampu menyampaikan energi karya seni secara digital. Saat melihat karyanya ditampilkan di Samsung MICRO LED 114 inci di Art Basel Hong Kong 2025, ia merasa kagum akan pengalaman yang bahkan terasa lebih hidup dibandingkan galeri fisik.

BACA JUGA
Review Lenovo Legion Pro 32UD-10: Standar Baru Monitor Gaming

Dengan lebih dari 3.500 karya dari 70+ mitra seni global, Samsung Art Store memberikan akses baru bagi publik untuk menikmati dan memahami karya seni dalam resolusi tinggi — bahkan dari kenyamanan ruang tamu.

Seni untuk Semua: Inspirasi bagi Seniman Muda

Di akhir sesi, Lee membagikan pesan penting:

“Ikuti jalanmu sendiri. Jangan terlalu terpengaruh tren sesaat. Yang penting adalah terus berkarya dengan tulus dan setia pada semangat zamanmu.”

Menurut Lee, teknologi seperti Samsung Art TV tidak hanya menghadirkan karya ke layar, tetapi juga menghubungkan seniman dan penonton secara emosional. Ia berharap lebih banyak orang bisa merasakan seni secara langsung, bukan hanya melihatnya.

Penutup: Teknologi sebagai Jembatan Pengalaman Artistik

Kolaborasi antara Kun-Yong Lee dan Samsung Art Store menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperluas cakrawala seni. Dari pengalaman visual digital hingga partisipasi publik, seni tidak lagi terbatas pada ruang pamer — tetapi bisa diakses dan dinikmati siapa saja, kapan saja.

Samsung Art Store bukan hanya platform tampilan karya seni, tetapi juga ruang baru bagi apresiasi, interaksi, dan kolaborasi artistik di era digital.